Senin, 27 Juni 2016

Review Gekikara Ramen Goreng - Extra Hot

Halo, apa kabar? Udah semingguan lebih blog ini nggak update. Ya, maklum selain saya lagi fokus di blog lainnya (money site) juga bingung mau update apa di blog ini. Jujur saja, blog ini kalau update paling banyak kalau pas ada tawaran sponsored post aja. hahaha.

Kali ini saya mau review Gekikara Ramen Goreng - Extra Hot.

Gekikara Ramen Goreng - Extra Hot

Sebelumnya perlu dikonfirmasi dulu, kalau ini bukan artikel bersponsor. Ini murni review dari saya sendiri. Dan mulai sekarang kayaknya saya akan lebih sering mereview produk-produk yang saya makan atau pakai. Entah itu makanan, minuman, pakaian, hingga celana dalam. Ya supaya nggak kosong aja ini blog. hehehe.

Nah kebetulan sekali untuk review pertama ini saya mulai dari produk mie goreng merek "Gekikara Ramen".

Kemarin pas saya ke minimarket awalnya pengen nyari mie instan Indomie aja, tapi pas lihat-lihat di etalase ternyata ada mie yang satu ini. Karena belum pernah nyoba akhirnya beli satu, apalagi kan sekarang lagi rame-rame mie ala-ala Jepang gitu ya.

Ya sudah saya putuskan beli satu aja dengan harga Rp 5.600,-. Selain itu juga beli Indomie Goreng Jumbo, reviewnya menyusu ya, kalau udah dimasak.

Sekarang mau review Gekikara Ramen Goreng ini dulu.

#Kemasan

Kemasan - Gekikara Ramen Goreng - Extra Hot

Mie Instan Goreng ini punya desain kemasan yang menurut saya mampu menarik pembeli yang memang doyan atau punya ketertarikan dengan J-Foods. Soalnya dibagian depan terpampang jelas tulisan Jepang itu. Di bawah tulisan Jepang itu ada nama Gekikara Ramen.

Karena saya nggak terlalu paham seputar Jejepangan, coba iseng searching Gekikara. Yang muncul malah "Gekikara tokoh serial Drama Jepang : Majisuka Gakuen, yang diperankan oleh Rena Matsui SKE48". hahah. Ya sudah, saya anggap Gekikara Ramen adalah merek dari mie ini.

Saya kira awalnya ini adalah produk import (nggak diproduksi di Indonesia), tapi setelah dilihat di kemasan, ternyata Gekikara Ramen ini diproduksi oleh Nissin di Planet Bekasi.

Dari kemasannya ini saya cukup mendapatkan informasi yang lengkap. Mulai dari varian rasanya, yang ini termasuk Extra Hot, cara masak ala Indonesia, cara masak ala Jepang juga ada. Dan baru saya tadi masak pakai cara Indonesia yang sudah ngehits.

Di depan kemasan ini ternyata juga sudah ada label Halal MUI. Syukur deh, berarti aman lah buat muslim.

#Ukuran

Ukuran - Gekikara Ramen Goreng - Extra Hot

Saya agak kecewa dengan ukuran dari Gekikara Ramen ini. Di kemasan tertulis PORSI BESAR Berat bersih 120 gram, tapi kenyataannya tidak sob. Untuk ukuran sudah saya timbang lagi, cek nih.

Ukuran - Gekikara Ramen Goreng - Extra Hot


Dan untuk PORSI BESAR? Tidak, hasilnya setelah dimasak cuma dikit, ya seperti mie goreng pada umumnya.

Porsi Gekikara Ramen

#Rasa

Ini yang paling ditunggu-tunggu. Saya penasaran sama rasa dari Gekikara Ramen Goreng ini. Apakah benar-benar pedas atau hanya sekedar pedas tanpa rasa. Soalnya saya kemarin-kemarin lihat testimoni beberapa kawan yang sudah mencoba mie Samyang, katanya cuma pedas aja, bumbunya nggak terasa.

Gekikara Ramen

Tapi setelah unboxing Mie Gekikara Ramen Goreng ini, pikiran saya agak tenang. Soalnya ada tiga bumbu pelengkap, cabe bubuk, bumbu penyedap, dan minyak cabe. Oh ya ada sayuran keringnya juga. Dari sini saya berasumsi kalau rasanya pasti tidak akan pedas aja.

Setelah dimasak pakai cara Indonesia (mie direbus, bumbu taruh piring, mie matang, taruh ke piring, campur aduk), saya ajak adek buat ikut nyoba. Ya supaya ada perbandingan penilaian masalah rasanya. Ya meskipun adek saya masih SD dan yang penting enak, tapi biar adil saja kalau ada dua penilaian.

Suapan pertama sudah membuat saya tau kalau mie goreng ini cukup terasa bumbunya. Jadi memang kayak mie goreng pada umumnya yang kaya akan rasa, dan mie Gekikara Ramen ini punya rasa yang beda, bedalah pokoknya nggak bisa jelasin.

Dan soal tingkat pedasnya menurut saya tidak sepedas yang ditampilan di kemasan. Di kemasan itu ada tiga informasi, Extra Hot (dibagian atas kanan), Sensasi Pedas (dibagian bawah kanan), dan Rasa Pedas (dibagian bawah kiri). Tapi kenyataannya pedasnya tidak se-wah yang saya kira. Ini menurut saya pribadi lho ya. Ehm, mungkin karena saya suka pedas, jadi untuk seukuran pedasnya Gekikara Ramen Goreng ini tidak terlalu nendang.

Tapi menurut adek saya yang masih SD, dia bilang sangat pedas. #WajarAnakSD

#Kesimpulan

Overall, Gekikara Ramen Goreng ini cukup nikmatlah. Dalam artinya rasa bumbu dan pedasnya terasa dan balance. Namun yang menurut saya kurang itu masalah porsinya yang kurang atau tidak sesuai yang ditulis. Lalu masalah tingkat kepedasannya, menurut saya juga kurang nendang. Tapi masalah tingkat kepedasan ini relatif sih. Kalau buat saya jelas kurang!

Gekikara Ramen

Untuk harga, saya rasa kurang masuk. Mengingat mie ini diproduksi di Indonesia, harga Rp 5.600,- terlalu mahal. Indomie Goreng Jumbo 129 gram saja cuma Rp 3.200,-. Saya rasa akan lebih cocok kalau harganya kisaran Rp 4.000 - Rp 5.000 aja.

Oke itu aja review soal mie ramen goreng yang satu ini. Kalau pas selow mau nulis review yang Indomie Goreng Jumbo, sama Saus sambal ABC. Tunggu aja.

Jumat, 17 Juni 2016

Jika Ingin Mendapatkan Khasiat Dari Madu, Beli Aja Madu Asli

Saya sadar tidak semua orang paham, yakin dan sadar bahwa Allah SWT telah menciptakan obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit bagi setiap manusia. Obat itu salah satunya adalah Madu.

Madu Alifa

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl : 69 yang artinya, "Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan."

Ayat tersebut tentu sudah membuat kita menyadari atas kebesaran yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya. Melalui lebah, Allah SWT berikan obat yang bisa menyembuhkan. Kita harus bersyukur. Alhamdulillah.

Saya sendiri sangat yakin jika madu bisa digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit dari yang ringan hingga kronis. Tapi tentunya kita juga harus yakin bahwa Allah SWT akan menyembuhkan sakit yang kita derita melalui madu yang kita minum tersebut. Karena sesungguhnya hanya Allah SWT yang memberikan kita sakit dan kesembuhan.

"Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku." [QS Asy Syu'ara: 80]

Meski madu memang menyembuhkan segala penyakit, jangan sampai kita terjebak dengan tipuan yang banyak beredar saat ini, yaitu beredarnya Madu Palsu.

Madu palsu yang dioplos dengan campuran tertentu dan dilabeli madu asli, tentu ini sebuah tindakan yang sangat keji. Di sini artinya sudah ada campur tangan manusia tapi yang tidak ada perhitungannya secara medis. Mereka hanya menginginkan nilai keuntungan semata dari menipu mengoplos madu palsu.

Semoga Allah SWT mengampuni mereka yang melakukan tindakan tersebut.

Sebagai manusia yang telah dikaruniai akal dan pikiran, tentunya kita harus cerdas dalam memilih madu. Jangan sembarangan membeli madu hanya karena terpaku pada khasiatnya. Kita pun harus memperhatikan juga kalau apa yang kita makan dan minum itu juga thayyib (lezat, nikmat). Jadi kualitas itu juga penting.

Mencari Madu Yang Berkualitas

Untuk mendapatkan hasil dan khasiat madu yang maksimal, tentunya kita harus mencari yang berkualitas. Madu yang berkualitas itu adalah madu asli yang masih murni. Madu tanpa ada campuran apapun.

Sebenarnya sangat mudah untuk mendapatkan madu yang asli, salah satunya dengan membelinya secara langsung di peternak lebah.

Saya sendiri punya kenalan peternak lebah dan penjual madu asli. Beliau adalah Bp. Ahmad Fauzan yang beralamat di Jl. Kemuning No. 14 Plosokerep, Kota Blitar.

Madu Alifa

Dari madu yang saya pesan, memang madunya punya kualitas, yang artinya memang madu tersebut masih murni/asli.

Membeli madu langsung di peternak lebah seperti ini bagi saya lebih memantapkan bahwa madu yang saya konsumsi benar-benar asli dan nikmat tentunya. Meski di dekat saya seperti di apotik, minimarket, banyak yang jual madu, tapi rasanya kurang yakin saja. 

Biasanya saya memesan Madu Alifa (merek madu Pak Ahmad) ini via WhatsApp, Alhamdulillah responnya memang cepat. 

Telp/SMS/WA : 0823329955159
Telp/SMS/Line : 085815034733
PIN BB : 5A30D363
FB : www.facebook.com/madualifa
Website : www.madualifa.com

Madu andalan saya madu kaliandra, karena memang saya suka dengan rasanya. Dan alhamdulillah setelah konsumsi madu secara rutin sudah lama tak merasakan sakit maag lagi. Daya tahan tubuh pun meningkat.

Rabu, 15 Juni 2016

Oppo Neo 3 R831K Tiba-Tiba Mati Sendiri & Mati Total, Ganti Mesin Rp 800 Ribu

Jadi ceritanya dua hari yang lalu smartphone bapak saya, Oppo Neo 3 R831K mendadak mati sendiri. Padahal kapasitas baterai waktu itu masih sekitar 60 persen. Yang artinya tidak mungkin jika mati karena lowbatt.

Melihat ponsel tiba-tiba mati, lantas bapak saya nyoba untuk menghidupkan lagi, tapi sayangnya tidak bisa dihidup. Lalu dicoba untuk charging dan sayang seribu sayang tetap tidak bisa menyala, indikator pengisian baterai pun tidak muncul. Seakan ponsel mati total.

Oppo Neo 3 Mati Total


Saya pun dilapori kalau ponselnya tiba-tiba mati, dan dijelaskannya sebab musababnya.

Sebelumnya beliau juga nyoba untuk menggunakan charger lain, pakai charger smartphone saya, tapi ya tetap tidak bisa. Saya sendiri juga langsung nyoba utak atik dengan ganti charger, disambungin ke laptop, ke powerbank, copot baterai, hingga menghidupkan dengan menekan tombol power + volume up bersamaan. Semua itu juga tak ada tanda-tanda ponsel Oppo Neo 3 R831K hidup.

Keesokan harinya, bapak saya membawanya ke salah satu counter handphone di Klaten yang memang dulu beli di sana. Dan ternyata sehari di sana belum diapa-apain.

Akhirnya bapak saya menyuruh saya untuk membawanya ke tempat service lain, dengan harapan ya bisa diperbaiki dan nyala.

Kemarin malam, saya pun mencoba untuk otak-atik sendiri. Bermodal browsing di internet, saya mendapati beberapa tips dan cara menghidupkan smartphone Oppo Neo 3 R831K yang tiba-tiba mati sendiri dan mati total. Alhamdulillah ternyata banyak juga kasus serupa dengan ponsel yang sama. Tapi lagi-lagi sayang, saya pun tidak berhasil menghidupkannya.

Saya sudah mencobanya untuk melakukan flash ulang, memory test dan lainnya, tapi tidak bisa menyala juga.

Yang membuat saya heran adalah ponsel tidak terdeteksi di laptop saya.

Dan hingga suatu ketika saya mendapati pengalaman pengguna Oppo Neo 3 juga yang mengalami hal sama. Dari cerita yang disampaikan intinya masalah ada di IC EMMC yang sudah mati atau rusak.

Saya setengah percaya setengah tidak. Lha bagaimana, ponsel ini baru berumur 1 tahun 3 bulan, tapi sudah mengalami masalah yang menurut saya sangat fatal dan ini bukan dikarenakan kesalahan pengguna, murni dari sistem/perangkat keras ponsel Oppo Neo 3 itu sendiri. Kecewa!

Akhirnya tadi siang, saya bawa ke service center Oppo. Awalnya saya mau ke SC yang ada di Solo, tepatnya di Jl. Slamet Riyadi No. 273, Solo Grand Mall Lt. 3, Surakarta, Jawa Tengah.

Tapi setelah melihat kalau di Jogja juga ada, akhirnya saya putuskan ke Service Center Oppo di Jogja, tepatnya di Jogjatronik Mall Lt. 1 Blok D4, Jl Brigjend Katamso No. 75-77, Yogyakarta. Setelah ke sana, ternyata ada di lantai 3.

Service Center Oppo - Jogjatronik Mall
Service Center Oppo - Jogjatronik Mall
Sesampainya di sana, saya langsung dipersilahkan petugas counter untuk menceritakan masalah saya. Untungnya nggak pakai antri. Saya pun ceritakan apa adanya penyebab dan masalahnya. Akhirnya saya diminta untuk menunggu sekitar 30 menit karena ponsel akan dicek terlebih dahulu.

Sembari menunggu, saya pun muter-muter bentar ke Jogjatronik Mall, lihat-lihat kamera mirrorless sama tanya harga. Ternyata kamera mirrorless yang saya cari tidak direkomendasikan. Hmm. Nanti deh saya buat postingan lagi soal ini.

Terus saya muter-muter lagi, dan tiap melangkah ke counter selalu disapa penjual, "Mau cari apa kakak? // Lihat-lihat dulu tipe apa kak? // Cari tipe apa kak?" Dan saya  pun cuek saja, lha ya nggak mau nyari hape, cuma muter-muter saja.

Setelah menyusuri setiap sudut Jogjatronik Mall, saya pun kembali lagi ke Service Center Oppo yang ada di lantai 3. Sampai sana antrian malah banyak, tapi nggak masalah wong saya nggak harus ngantri, tinggal nunggu dipanggil saja. Setelah nunggu beberapa menit, akhirnya nama sama dipanggil.

Masnya teknisi SC Oppo pun menjelaskan kepada saya kalau smartphone Oppo Neo 3 tersebut dengan terpaksa harus diganti mesinnya. Masnya bilang kalau sudah dilakukan flashing tapi gagal (ya sama mas, saya juga udah nyoba), dan langsung ditawarin untuk ganti mesin. Ingat, ganti mesin seluruhnya (mainboardnya) dan setelah diinformasikan biayanya Rp 800.000 untuk ganti mesin karena garansi juga sudah habis tiga bulan yang lalu.

Weleh, lha kok biayane 50% dari harga waktu beli dulu.

Saya pun coba tanya-tanya lagi. "Ini bukan bagian IC EMMC nya ya mas?"

Masnya bilang, "iya itu IC Flashnya soalnya kalau diflash udah nggak mau berarti masalah komponen IC Flashnya."

"Kalau yang diganti IC EMMC nya saja nggak bisa mas? Soalnya kemarin saya browsing kalau bisa diganti itunya saja", sahut saya.

Masnya langsung jawab, "Bisa, tapi nanti tidak cocok dan ponsel tidak sinkron, jadi tiap mesin itu sudah punya seri IC sendiri-sendiri, ibaratnya kayak golongan darah manusia."

"Owh saya kira bisa, soalnya saya pernah baca itu katanya bisa, dan setahu saya biaya ganti IC sekitar Rp 200 ribu saja," jelas saya.

"Benar, sebenarnya bisa nanti dicarikan kanibalan, tapi mohon maaf kalau di SC Oppo kita tidak bisa, jadi harus ganti seluruhnya (mesin)," jelas masnya.

Dari sini saya menyimpulkan bahwa pihak Oppo tidak berkenan untuk mengganti IC EMMC nya saja, harus seluruhnya yang biayanya Rp 800 ribu itu.

Sebelum balik, saya coba tanya-tanya penyebabnya. Saya coba jelasin lagi penyebab kemarin bisa mati. Dan masnya memberikan penjelasan kalau bisa jadi akibat konsleting dikelistrikannya. Hhm, ya sudah, akhirnya saya putuskan untuk dibawa pulang dulu saja dan tidak diganti.

Ya kalau dipikir-pikir duit Rp 800 ribu sayang banget kalau buat ganti mesin Oppo Neo 3. Lagipula ini juga Oppo yang secara kualitas biasa saja dan melihat banyaknya pengguna yang mengalami masalah sama. Takutnya nanti kalaupun sudah diganti, terus next time kejadian lagi. Ya, malah rugi kan. Jadi diputuskan untuk tidak diganti mesinnya.

Dan ini bapak saya punya rencana mau disuruh bawa temennya buat diperbaiki. Kata temennya di Jogja juga ada yang bisa memperbaiki, tapi cuma service biasa. Menurut saya sih paling ya diganti IC EMMC nya aja.

Nah, kalau besok sudah diganti dan bisa nyala, artikel ini akan saya update lagi.

Saran saya sih buat yang punya ponsel tipe kayak gini mending hati-hati. Saya tidak menjelek-jelekan Oppo, tapi lebih baik pengguna melakukan backup secara rutin. Kalau tiba-tiba mati total kayak gini kan juga sedih. Mahalnya itu lho... Meski bukan pengguna Oppo, tapi saya kecewa dengan kualitasnya yang hanya bisa bertahan 1 tahunan saja.

Sabtu, 11 Juni 2016

Ternyata Asus Zenfone Max ZC550KL Bisa Untuk Powerbank

Kemarin sore, Jum'at (10/6), saya dapat undangan dari ASUS Indonesia buat hadir di acara buka puasa bareng "Ramadhan MAXimal Media Gathering Event Yogyakarta" yang diadakan di The Alana Hotel, Mataram City, Jalan Palagan Tentara Pelajar KM 7, Yogyakarta.

Asus Zenfone Max
Davina Larissa (kanan), Aryenda Atmadyanti (kiri) memperkenalkan produk Asus Zenfone Max di acara Ramadhan MAXimal Media Gathering Event Yogyakarta / dok.pri

Sebagai pengguna produk ASUS (notebook & powerbank), saya nggak bisa melewatkan begitu saja acara ini. Lagi pula juga ada beberapa teman Blogger Jogja yang dapat undangan. Acara yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB kemarin memang sekedar ngobrolin produk ASUS khususnya perangkat smartphone kaitannya dengan perkembangan di pasaran hingga saat ini.

Menarik memang ketika melihat data dan fakta yang disampaikan oleh Mas Muhammad Firman, Head of Public Relations & e-Marketing ASUS, bahwa di Quarter I tahun 2016 ini smartphone yang beredar di Indonesia masih didominasi dengan smartphone di harga Rp 1 jutaan ke bawah.

Untuk produk smartphone dari ASUS sendiri hingga saat ini yang paling banyak digunakan adalah Asus Zenfone Go dengan persentase 47% dari total unit yang terjual. Sedangkan yang paling sedikit adalah Zenfone Selfie dengan persentase 2%.

Ini membuktikan bahwa pasar memang masih didominasi oleh smartphone harga di bawah Rp 2 juta.

Asus Zenfone Max ZC550KL

Di acara kemarin, Mas Joko Soemitro, Technical Public Relations, Mobile Division ASUS,juga memperkenalkan kembali salah satu produk smartphone Asus yang cukup layak untuk dimiliki, yakni Asus Zenfone Max ZC550KL. Sebenarnya ponsel ini sudah launch dan beredar lama, tapi karena ini moment Ramadhan, nampaknya Asus Zenfone Max ini dipilih oleh Asus untuk memaxsimal Ramadhan kali ini.

Asus Zenfone Max

Saya sendiri juga sudah tahu mengenai ponsel ini beberapa waktu yang lalu, ya cuma sekedar baca saja sih, belum pernah nyoba. Tapi syukurnya kemarin ada produk Zenfone Max ini, jadi bisa sedikit mencobanya meski belum maksimal juga.

Sesuai dengan namanya, Zenfone Max, ponsel pintar yang satu ini memang punya sesuatu yang maximal dibanding seri lainnya. Selain ukuran body yang agak bongsor (156 x 77.5 x 10.6 mm), Zenfone Max ini punya baterai yang gede banget, 5000 mAh sob. Ini ukuran baterainya lebih gede sama powerbank jadul ku, haha.

Karena baterai gede, sudah jelas baterainya bukan tipe removeable. Baterai ini menyatu sama body nya (Unibody). Tapi meski unibody, casing belakang bisa dilepas sob, buat masang SIM Card sama microSD.

Nah buat yang punya smartphone lebih dari satu, Zenfone Max ini bisa dimanfaatkan kalau ponsel kedua kamu lowbatt. Karena Zenfone Max bisa digunakan buat powerbank. Tapi...kapasitas baterai smartphone yang mau diisi ulang harus di bawah 5000 mAh ya. Bukan apa-apa, cuma nanti Zenfone Max mu ya bisa mati aja, lha baterainya kesedot. :D

Gimana cara gunain Asus Zenfone Max jadi powerbank?

Gampang kok, disetiap pembelian Zenfone Max ini nanti dapat USB OTG, yang bisa digunain buat ngisi ulang ponsel keduamu.

Kapasitas baterainya yang 5000 mAh itu, cukup buat ngisi ulang perangkat dengan kapasitas maksimal 3000 mAh. Kapasitas maksimal ini cukup saran pribadi saya lho ya. Tujuannya supaya ZenFone Max tetap punya sisa daya. Sekali lagi Zenfone Max ini smartphone, bukan powerbank. :D

Tidak hanya bisa digunakan untuk mengisi ulang ponsel aja sih, tapi juga berbagai perangkat misalnya MiFi. Nah, apalagi sekarang ini kan lagi tren koneksi via MiFi, jadi kalau kemana-kemana, cukup bawa ZenFone Max ini sama MiFi ini. Powerbank? Boleh ditinggal, bikin berat sob.

Bisa berapa lama daya tahan baterai?

Kalau bicara masalah berapa lama sih tergantung ya sob. Tapi kalau dari kapasitasnya yang 5000mAh dan digunakan untuk penggunaan normal, bisa sampai sehari lebih (24 jam lebih). Tapi itu kembali lagi ke tingkat penggunaan. Yang jelas tentunya lebih lama dari ponsel-ponsel yang punya kapasitas baterai 3000mAh ke bawah. Kalau nggak dipakai apa-apa sih bisa sampai 38 hari. :))

Daya tahan yang lama ini dipadu dengan baterainya yang bertipe Lithium Polymer dan spesifikasi hardware yang ada di Zenfone Max ini.

***

Spesifikasi?

Kalau masalah spesifikasi ZenFone Max ini pasti sudah tahu semua kan sob. Sudah tahu belum? Kalau belum aku coba kasih tahu dikit ya, yang vital-vital aja.

Dari segi chipset dulu lah, ZenFone Max ini sayangnya pakai Qualcomm MSM8916 Snapdragon 410 64 bit. Kenapa nggak yang S615 aja ya? Kan lebih baik yang itu. Sedangkan prosesornya Quad-core 1.2 GHz. Untuk RAM 2GB sob...



via https://www.asus.com/id/Phone/ZenFone-Max-ZC550KL/Features/
Kemarin saya langsung nyoba kualitas kameranya. Tertarik sama gimana fungsi dari laser autofocus yang ada di ponsel Asus sekarang ini. Apakah respon autofocusnya cepat?

Ini menurut saya ya sob, hasil nyoba-nyoba singkat kemarin kok agak kurang cepet ya. Hasil foto bokehnya oke sih, tapi misal mau ngambil foto dari obyek A terus pindah ke obyek B dengan cepat dan butuh jepretan cepat, autofocus kurang responsive. Maksudnya kurang responsive itu gini, jadi misal saya mau ngambil obyek gambar di sebelah kanan, pas difocuskan ke objek tersebut kadang autofocusnya galau, nggak focus ke kanan tapi tengah, dan kadang juga lama. Tidak seperti yang tertera dispesifikasi yakni hanya membutuhkan waktu 0.03 detik saja.

Kamera Asus Zenfone Max

Entah, ini karena pengaturannya atau karena kondisinya di dalam ruangan. Tapi ini belum jadi keputusan final sob, mengingat kemarin sangat terbatas waktu dan kondisi nyobanya. Next time kalau bisa pegang lagi saya mau nyoba kualitas kamera 13 MP nya ini.

Owh ya, kemarin kan nyobanya dalam kondisi indoor tapi cahaya cukup terang, hasilnya oke lah. Tapi jika di zoom dikit, muncul noisenya gitu. Kalau nggak di zoom pun menurut ku untuk mengambil foto indoor masih sedikit ada noise. Untuk luar ruangan? Belum nyoba sob.

Jadi, menurut saya Zenfone Max ini akan lebih Maximal jika pakai Snapdragon di atas 410 dan kameranya kalau bisa lebih jernih dikit lah. Tapi masalah kamera ini menurut saya juga pengaruh dari chipset yang dipakai, S410. Coba kalau pakai yang S801 pasti lebih oke. hahaha ya iya lah.

Untuk yang lainnya its oke lah. Saya suka sama body bagian belakang yang dibalut premium leather design. Selain dari sisi gaya lebih mewah (kesan kulit), juga nyaman kalau dipegang, nggak licin. Dan meski bongsor tapi ponsel ini tipis rata.

Terakhir sob, kalau kalian punya Zenfone Max ini, tunggu saja update ke Marshmallow. Soalnya Zenfone Max ini juga dapat update pembaharuan ke Android Marshmallow. Info lengkapnya baca di blog saya yang satunya sob, baca di sini.

Selasa, 10 Mei 2016

Nyaris Gagal Ke Batam Gara-Gara Sakit Nyeri Punggung

Nyeri Punggung Atas

Seminggu yang lalu, Senin (18/4) saya agak was-was, lha tiba-tiba pas bangun tidur punggung saya nyeri nggak karuan, kayak kram otot gitu. Rasanya sakit kalau leher di tekuk ke bawah sama ke atas. Sebenernya nanti bisa sembuh sendiri, tapi dari pengalaman biasanya satu mingguan.

Padahal, Rabu malam saya harus ke Jakarta, Kamis paginya ke Batam bersama teman-teman blogger untuk mengikuti kegiatan press tour (Kunjungan Lapangan) Nusantara Sehat yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Bahaya kalau nyeri punggung nggak bisa sembuh, artinya perjalanan tentu tak akan maksimal. Bisa jadi malah gagal ikut ke Batam. Kan nggak seru, ikut acara bidang kesehatan tapi saya nggak sehat. :D

Batam sendiri merupakan kota yang spesial bagi saya. Selain ini kota di luar Pulau Jawa yang pertama kali saya kunjungi, di Bata mini juga terdapat Pulau Belakang Padang yang di sana terdapat 5 orang Tim Nusantara Sehat yang sedang bertugas mengabdi untuk memberikan pelayanan kesehatan di daerah terluar.

Jelas ini momen yang tidak bisa saya lewatkan, jika rasa nyeri punggung tidak bisa sembuh dan saya tidak bisa mengikutinya. Pasti saya akan kecewa sekali.

Biasanya kalau sudah nyeri punggung seperti ini artinya saya kecapekan dan kurang tidur. Dan itu benar saja, mengingat satu minggu terakhir saya sering keluar kota PP naik motor dan itu bikin pegel.

Beberapa hari sebelumnya saya ke Boyolali, terus ke Solo, terus ke Solo lagi, lanjut Jogja, terus Jogja lagi. Ya, mungkin karena sekarang intensitas ke luar kota naik motor agak jarang, jadi nyeri otot punggung ini akumulasi dari kecapekan itu. Lebih-lebih memang saya kurang tidur. Seperti pas dari Solo, pulang malam bukannya rehat, malah buka laptop buat ngerjain job. Terus dari Jogja juga gitu, pulang Jogja-Klaten hujan deres banget, agak capek sih, tapi tetep lanjut buka laptop. Kerjaan lagi banyak, cieh.

Akhirnya pas Senin pagi tiba-tiba punggung nyeri. Padahal Senin itu harus ke Solo. Ya sudah karena nyerinya bisa dipaksakan, akhirnya ke Solo naik motor lagi dengan punggung nyeri. Sumpah, dijalan nggak bisa fokus, malah tambah lemes. Tapi alhamdulillah lancar.

Buat yang belum pernah merasakan nyeri otot, nyeri otot itu rasa nyeri yang hanya dirasakan di daerah otot, yang ada di daerah otot, tulang atau organ.

Penyebab nyeri otot sih banyak, seperti karena cedera keseleo, otot digunakan berlebihan (bekerja terus tidak istirahat) dan tegang otot.

Dan saya pun akhirnya terkena nyeri otot punggung yang memang disebabkan karena penggunaan otot berlebihan (kurang istirahat) ditambah lagi tegang otot.

Nah, pas pulang dari Solo, saya mampir ke Apotek Gawok daerah Sukoharjo buat beli vitamin C dan air mineral. Pas mau bayar, saya jadi pengen beli obat nyeri otot juga, soalnya sakitnya tambah terasa. Kalau untuk naik motor sih nggak terasa banget nyerinya, tapi pas turun dan buat jalan, udah kayak robot jalannya. hahaha.

Owh ya mbak, sama obat buat nyeri punggung, yang buat otot itu lho,” tanya saya pas mau bayar.

Mbaknya agak bingung, "Apa ya mas?"

Sebenernya saya niatnya mau beli Counterpain, tapi waktu itu saya tiba-tiba lupa nama “Counterpain”.

Itu lho mbak yang kayak cream buat otot,” saya coba menjelaskan lagi ke mbaknya.

Owh Counterpain ya..?,” sahut mbaknya.

Nah…itu mbak, yang kecil saja ya mbak,” jawab saya penuh kelegaan akhirnya mbaknya tahu maksud saya. Tapi mungkin karena Counterpain juga sudah menjadi andalan buat nyeri punggung dan otot, jadi mbaknya juga merekomendasikan Counterpain.

Mbaknya akhirnya ngasih saya Counterpain yang ukuran kecil, tapi saya diberi Counterpain yang warnanya merah itu. Sebenarnya nggak masalah sih, tapi saya lebih suka yang Counterpain Cool. Soalnya yang ini rasanya dingin, enak buat gosok-gosok. hehehe.

Selain dingin, Counterpain Cool ini punya beberapa kelebihan.
  1. Bentuknya berupa gel yang memberikan sensasi sejuk. Di dalamnya terdapat bahan aktif Menthol yang manfaatnya banyak.
  2. Cara kerja menthol yang ada di Counterpain Cool ini mampu memberikan sensasi dingin lalu sensasi hangat, karena terjadi pelebaran pembuluh darah.
  3. Menthol ini juga mampu mempercepat pernyerapan obat sehingga efeknya terasa cepat.

Tapi pas minta Counterpain Cool ukuran kecil, ternyata pas habis. Ya sudah akhirnya saya membeli Counterpain Cool yang 15 gram. Ya malah bisa awet :)

Owh ya, sebenarnya saya sudah lama memakai Counterpain. Dulu sih gara-gara ayah saya selalu pakai ini setelah badminton, karena saya dulu juga pernah ngalami nyeri, akhirnya nyoba pakai Counterpain, dan ternyata cocok.

Dulu seringnya pakai Counterpain Cream, soalnya kandungan yang ada di dalamnya bisa mampu untuk meredakan nyeri, ada juga yang sebagai anti peradangan, dan tentunya memberikan sensasi dingin diikuti hangat setelah dipakai.

Nah kalau setelah olahraga, otot pasti bekerja secara maksimal, untuk memulihkannya penggunaan Counterpain Cream ini bisa membantu untuk mengatasi otot setelah digunakan secara berlebih, misalnya ketika selesai badminton atau sepakbola. Makanya ayah saya sering pakai Counterpain Cream supaya mempercepat pemulihan otot. Terus misal ada cedera akut semacam keseleo, juga bisa menggunakan ini di hari keempatnya.

Sedikit tips buat kalian yang mungkin pas olahraga cedera terus keseleo sampai bengkak, nah pas hari pertama sampai ketiga lebih baik lakukan terapi berupa istirahat, kompres dengan es, meletakkan area yang bengkak lebih tinggi. Lalu di hari keempat bisa menggunakan Counterpain Cream yang dioleh di bagian yang bengkak.

Kalau dilihat, Counterpain Cream memang lebih cocok untuk nyeri otot atau cedera yang skala menengah atau akut, seperti keseleo dan memar gitu.

Nah karena saya kemarin Cuma nyeri punggung karena kelelahan, saya pakainya Counterpain Cool. Yang Cool mengandung Menthol.

Sesampainya di rumah, saya langsung oleskan Counterpain di punggung. Karena setelah memakainya akan ada sensasi cool, maka saya gunakan sambil rebahan, biar efeknya juga bekerja secara optimal. Dan otot punggung juga bisa rileks.

Alhamdulillah, setelah pemakaian beberapa kali, pas hari Rabu (20/4) nyeri punggung sudah hilang. :) Cukup waktu 2 hari saja bisa sembuh dengan bantuan Counterpain. Kalau saja saya nggak pakai Counterpain mungkin bisa jadi saya gagal ikut ke Batam. Sedih kan.

Kalau kalian juga punya masalah nyeri otot punggung, harus segera diobati. Sesuai dengan apa yang saya baca dari website ini , Nyeri punggung itu jangan dianggap sepele. Karena jika dibiarkan, selain sembuhnya lama juga bisa berdampak lebih parah apalagi jika pas nyeri dipaksakan buat melakukan pekerjaan berat. Pastikan selalu menggunakan obat yang telah terbukti untuk menuntaskan masalah dan memang khusus untuk mengatasi masalah nyeri otot. Karena penggunaan obat yang salah juga bisa berdampak buruk.

Dan pada akhirnya, Rabu malam saya bisa berangkat ke Jakarta dan Kamis paginya bisa langsung ke Batam bersama teman-teman.  Rasa nyeri sudah tak terasa lagi.

Buat jaga-jaga, kemarin saya juga sudah beli Counterpain Patch, itu lho yang kayak koyo yang ditempel di badan. Sebenarnya sih yang Counterpain Cool kemarin masih, tapi pas kemarin nyari obat sebelum ke stasiun, lihat Counterpain Patch. 

Saya kira sih kayak koyo biasa, tapi setelah lihat keterangannya yang Patch ini teksturnya lebih lembut, elastis (nggak sakit kalau dilepas), terus aromanya seger. Bingung juga mau milihnya, soalnya ada 2 varian, Counterpain Patch dan Counterpain Patch Hot. Bedanya cuma di sensasi hangatnya. Saya pikir ini lebih praktis kalau buat bepergian. Ya sudah saya nyoba beli itu.

Sabtu, 30 April 2016

Nusantara Sehat : Tim Nusantara Sehat Mengabdi Untuk Negeri

Sesampainya di Batam, Kamis (21/4) saya dan rombongan tidak langsung ke Pulau Belakang Padang yang di sana terdapat Tim Nusantara Sehat. Kami baru menuju ke sana pada hari kedua, Jum'at (22/4) pagi.

Tim Nusantara Sehat Pulau Belakang Padang
Dari kiri : Yulianti Nataya, Paras Mita, Jemris Mikael, Diah Satyani Saminarsih, M .Sc, ( Staf Khusus Mentri Kesehatan Bidang Peningkatan Kemitraan dan SDGs), Pijar Liendar, Sri Purnamawati / Foto oleh Bowo Susilo
Melalui Pelabuhan Sekupang yang merupakan pelabuhan nasional dan internasional yang berada di pantai barat pulau Batam, provinsi Kepulauan Riau, Kami menuju ke Pulau Belakang Padang menggunakan perahu pompong yang cukup ditempuh dalam waktu kurang lebih 20-30 menit.

Pelabuhan Sekupang
Rute Pelabuhan Sekupang ke Pulau Belakang Padang / Foto via GMap

Perahu Pompong
Perahu Pompong / dok.pribadi
Perahu Pompong
Bapak Penarik Perahu Pompong / dok.pri
Pulau yang juga dikenal dengan sebutan Pulau Penawar Rindu ini masuk di Kecamatan Belakang Padang. Jadi, Kecamatan Belakang Padang ini adalah salah satu kecamatan kepulauan yang ada di Kota Batam. Lebih dari 100 pulau ada di kecamatan ini.

Dari data tahun 2014, Kecamatan Belakang Padang ini terdiri sekitar 108 pulau dengan komposisi 43 pulau berpenghuni, dan 65 pulau tidak berpenghuni. Dan kecamatan ini adalah kecamatan yang berbatasan dengan Singapura, pulau terluarnya adalah Pulau Nipah, Pulau Berhanti dan Pulau Pelampong.

Menarik...

Di sini daerah inilah, Tim Nusantara Sehat Periode II Tahun 2015 Kementerian Kesehatan RI ditempatkan di Puskesmas Belakang Padang. Bisa dibayangkan bagaimana mereka mengabdi di pulau yang berbatasan dengan negara tetangga, Singapura. Kemarin pun dari pulau ini saya melihat gedung-gedung menjulang tinggi yang ada di Singapura, sangat terlihat sekali. Dari pulau ini mungkin sekitar 30-45 menit saja.

Puskesmas Belakang Padang
Puskesmas Belakang Padang / dok.pri
Nah, siapa saja anak-anak muda hebat yang berani mengabdi di daerah ini, mereka adalah :

  1. Jemris Mikael Atadena (Ahli Gizi),
  2. Pijar Liendar Ramadhana (Kesehatan Lingkungan),
  3. Paras Mita Sari (Farmasi),
  4. Sri Purnamawati (Bidan),
  5. Yulianti Nataya Rame Kana (Kesehatan Masyarakat)
Baru lima bulan lamanya mereka berada di Pulau Belakang Padang untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang ada di sana. Masa tugas yang lamanya dua tahun akan mereka tempuh dengan berbagai masalah yang ada.

Salah satu masalah itu adalah Air.

Kemarin, sesampainya di pulau ini, kami langsung menuju ke gedung serbaguna yang berada di dekat Puskesmas Belakang Padang. Di gedung ini, kami mendengar paparan dari berbagai pihak, salah satunya dari Tim Nusantara Sehat.

Perwakilan Tim Nusantara Sehat, Pijar Liendar Ramadhana, mengungkapkan jika di Kecamatan Belakang Padang, air bersih itu seperti emas.

Pijar Tim NS
Pijar Saat Memaparkan Kondisi Belakang Padang / Foto. dok.pri
Mendengar hal itu, saya sangat merasa untuk terus bersyukur atas apa yang telah diberikan-Nya.

Ketika saya terlalu lama mandi di hotel dengan berendam air panas, membuang-buang air dengan cuma-cuma, ternyata saudara saya yang masih satu daerah masih kekurangan air bersih.

Untuk mendapatkannya saja hanya mengandalkan air hujam dan air waduk (bendungan). Bahkan ketika waktu itu Jum'atan di masjid setempat, salah seorang takmir masjid mengumumkan bahwa infaq masjid yang didapat juga telah digunakan untuk membeli air. Sesulit inikah mencari air bersih? Semoga Allah terus melimpahkan rizki untuk saudara-saudara saya di sana.

Tentu dengan masalah kekurangan air ini juga akan berdampak pada kesehatan masyarakat di sana.

Tidak hanya masalah air, tapi yang menjadi perhatian saya adalah soal sampah. Ketika memasuki pulau ini, dipinggiran pantai akan terdapat pemandangan yang tak nyaman sekali, yakni kumpulan sampah yang sangat banyak.

Sampah
Sampah di dekat pelabuhan Belakang Padang / dok.pribadi
Meskipun sampah berada di pinggiran pantai, bukan tengah pemukiman, tentu saja ini menjadi dampak negatif bagi kesehatan lingkungan.

Sayang, ketika di Pulau Belakang Padang saya tak sempat menanyakan hal ini kepada mereka Tim NS. Tapi selepas dari sana, saya mencoba untuk menghubungi Pijar melalui akun media sosialnya.

Kemarin saya mencoba bertanya soal tindakan edukasi ke masyarakat di sana soal tata kelola sampah. Pijar pun menjelaskan bahwa sebenarnya sudah ada edukasi, namun masyarakat di sana belum bisa tergerak secara mandiri.

"Untuk edukasi sudah mas. Tapi masyarakat memang sudah terbiasa. Untuk kegiatan gotong royong sudah dikasih jadwal tapi masyarakat belum tergerak. Kami untuk gotong royong pembersihan kami gandeng Koramil sama Polsek Belakang padang. Memang masyarakat sini sudah terbiasa mas. Jadi kami masih berusaha untuk bisa gerakan masyarakat sini," jelas Pijar melalui akun media sosialnya.

Dari sini saya mengambil kesimpulan bahwa masalah utama yang ada di Pulau Belakang Padang sebenarnya pola pikir masyarakat yang belum sadar soal kesehatan lingkungan. Padahal kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat itu sendiri.

Hal ini juga diperkuat dari penjelasan yang disampaikan oleh Jemris, Tim NS yang berasal dari Alor, Nusa Tenggara Timur. Di sela-sela melihat ruangan Puskesmas Belakang Padang, Jemris menjelaskan bahwa dirinya dalam hal memberikan edukasi dan pelayanan gizi terhadap anak-anak Belakang Padang harus menggunakan strategi khusus.

Jemris Tim NS
Foto bersama Jemris
Jemris menyadari bahwa pola pikir masyarakat di sana khususnya kalangan ibu-ibu masih belum bisa menyadari pentingnya memberikan pola makan sehat kepada anaknya. Ibu-ibu di sana memberikan makanan ke anak hanya dari apa yang disukai si anak. Sehingga entah itu makanan sehat atau tidak, ya tetap dikasih.

Melihat masalah ini, Jemris sebagai Ahli Gizi, memiliki strategi untuk merupakan pola makan anak. Bukan memulainya dengan merubah pola pikir sang orang tuanya, tapi justru mendekati anak-anak agar menyukai makanan yang sehat dan bergizi. Salah satunya dengan mengedukasi anak-anak untuk meminum susu secara rutin. Dan ini terbukti efektif untuk mengatasi masalah ini.

Itu beberapa masalah yang ada di Pulau Belakang Padang, dan upaya yang telah dilakukan oleh Tim NS di sana. Tentu, saat ini masih banyak tugas yang perlu dilakukannya agar kehidupan masyarakat di Belakang Padang menjadi lebih sehat. Dan yang terpenting adalah bagaimana menyadarkan masyarakat untuk hidup sehat.

Tugas berat memang, tapi inilah yang dinamakan pengabdian. Pengabdian tidak memandang seberapa banyak masalahnya, tapi seberapa besar yang telah diperbuat untuk merubah segalanya.

Meski hanya bertemu beberapa jam, saya sangat merasa senang bisa bertemu dengan teman-teman Tim NS ini. Mereka anak-anak muda yang telah ikut membangun Indonesia bukan hanya sekedar bicara, tapi juga melakukan dengan apa yang mereka bisa.

Terima kasih Nusantara Sehat telah ada untuk memberikan upaya perluasan pelayanan kesehatan di seluruh negeri ini. :)

Baca juga Artikel Terkait "Nusantara Sehat"!

Rabu, 27 April 2016

Nusantara Sehat : Dari Naik Pesawat Sampai Ketinggalan Kereta (I)

Perjalanan Nusantara Sehat

Ceritanya Kamis-Sabtu (21 sd 23 April 2016) kemarin saya diajak jalan-jalan sama Kemenkes RI ke Batam. Bukan jalan-jalan biasa, tapi jalan-jalan kali ini ada misinya untuk membangun mimpi untuk negeri ini. B-)

Saya tak sendiri, waktu itu saya bersama 11 blogger lain dari tanah Jakarta dan berbagai rombongan pers. Kalau di total kemarin itu rombongan ada 60 orang. Banyakkk emang...

Nah, karena ini pertama kalinya aku ke Batam, lebih tepatnya pergi ke luar Pulau Jawa, ya saya sih sebenarnya biasa-biasa saja. Beberapa hari sebelum keberangkatan saya pesen tiket kereta dulu, dari Klaten - Jakarta. Soalnya kemarin akomodasi pesawat dari Jakarta - Batam. Owh ya, ini juga pertama kalinya saya naik pesawat. Ndesooo ya....

Beberapa hari sebelum hari H, saya di WhatsApp sama salah satu orang dari Kemenkes, namanya Ibu Septi. Sebelumnya, pas di WhatsApp saya memanggilnya 'Mbak', hahaha, lalu saya rubah jadi 'Ibu', ya biar agak pantas. Maaf njih Bu Septi.... ^^

WhatsApp Ibu Septi
WhatsApp Bu Septi / dok.pribadi
Waktu itu Bu Septi WA saya cuma mau minta fotokopi KTP saja untuk keperluan booking pesawat. Ya sudah saya kasih saja, scan KTP, tapi Bu Septi minta difotoin saja, ya sudah saya turuti.

Selang beberapa hari, saya tanya ke Bu Septi soal jadwal keberangkatan nanti ke Batam, soalnya saya juga perlu booking tiket kereta, biar pas waktunya. Pas hari Sabtu (16/4) akhirnya beliau ngirimin saya rundown acara via WA. Pas saya lihat, ternyata jam 07.00 WIB harus sudah kumpul di Bandara Soekarno-Hatta. Itu artinya, saya harus nyari transportasi dari Klaten ke Jakarta yang sampainya sebelum jam 07.00 WIB.

Jadwal
Jadwal Tentatif Media Tour Nusantara Sehat
Sebenarnya bisa juga saya ke Jakarta pas H-1, tapi kebetulan waktu itu ada acara waktunya mepet, akhirnya nggak bisa.

Sempat terpikir mau naik pesawat saja ke Jakartanya, tapi lihat jadwal penerbangan waktunya tidak memungkinkan. Ya sudah, akhirnya nyoba nyari tiket kereta yang waktunya pas.

Browsing-browsing dapatlah tiket kereta lewat Tokopedia. Iya, saya baru ngeh ternyata Tokopedia juga jualan tiket. (Ini bukan pesan sponsor lho ya, ini cuma pengalaman saya kemarin). Kemarin dapat tiket kereta Argo Dwipangga Kelas Eksekutif jurusan Klaten - Gambir dengan harga Rp 173.250 saja, kebetulan dapat promo. Murah banget lah ya untuk ukuran kereta eksekutif.

Tiket Dwipangga
Harga yang tercantum belum dipotong promo
Nah, pas order tiket itu, saya cuma pesen tiket berangkat saja, tiket pulang belum pesan. Soalnya nanti takut jadwalnya molor, tiket malah hangus. Tapi setelah melihat jadwal acara, dan jadwal kereta kepulangan, akhirnya saya beli langsung tuh tiket untuk pulang, rute masih sama, Gambir - Klaten dengan Kereta Argo Lawu kelas Eksekutif juga. Keren ya saya B-) #AnakEksekutif

Rabu malam, berangkatlah saya ke Stasiun Klaten, karena jadwal keretanya jam 20.28 WIB. Tiba di stasiun Klaten sekitar jam 19.30 WIB, ya biar nunggu di sana daripada kesusu.

Alhamdulillah keretanya ontime, meski telat 5 menitan. Pelayanan kereta sekarang saya akui lebih baik, terima kasih PT. KAI.

Saya dapat gerbong 7 dari total 8 gerbong, pas masuk.... Ya Allah, ini kereta eksekutif kok bagus amat. :)) Soalnya belum pernah naik Argo Dwipangga. Yang bikin heran lagi, kok dalam satu gerbong cuma beberapa orang, nggak lebih dari 6 orang. Padahal pas saya booking tiket, di sana tertulis tinggal 3 kursi.

Kereta Api Dwipangga
Kereta Api Argo Dwipangga Eksekutif (Klaten-Gambir) / Foto:dok.pribadi
Dan saya pun baru menyadari bahwa ini hanya strategi marketing saja, mungkin Tokopedia cuma dapat beberapa kursi dari PT.KAI, jadi kesannya udah full booking padahal masih seloo.

Yowes, akhirnya bisa leyeh-leyeh di dalam kereta, tinggal nunggu sampai saja. Tapi meskipun naik kelas Eksekutif yang seloo...saya nggak bisa tidur nyenyak. Bukan masalah takut ada copet, lha wong ada petugas keamanan yang mondar-mandir, tapi masalah AC kereta yang terlalu dingin. Sumpah saya nggak bisa tidur kalau AC terlalu dingin, meskipun kemarin udah pakai selimut. 

Sekitar jam 23.00, mata pas agak lelap-lelapnya, akhirnya terbangun karena mendengar suara perempuan yang berjalan. Bukan setan, bukan sesuatu yang gentayangan, tapi si mbak 'pramugarinya kereta' yang jualan makanan. Lhah, saya kira mau dapat makan gratis, ternyata dijual. :)) Soalnya saya pas masuk kereta lupa beli cemilan plus minuman.

Seiring kereta berjalan, waktu pun berputar...

Sampailah saya di Stasiun Gambir, lupa jam berapa tepatnya, tapi waktu itu pas Subuh, soalnya terdengar suara adzan. Sampai sana ternyata pas hujan, wah...

Rencana saya pas sampai Gambir, nanti ke Bandara Soeta naik DAMRI, opsi kedua naik Uber/Grab, sekalian nyoba. Pas sampai di Gambir, saya menuju mushola stasiun tersebut dulu, sangat disayangkan, stasiun segede itu musholanya cuma sempit, bau apek lagi karpetnya. Kepada pihak pengelola Stasiun Gambir, saya mohon perhatikan fasilitas primer ini.

Setelah subuhan, saya balik ke lantai dua, duduk-duduk bentar di sana, soalnya masih ngantuk setelah perjalanan semalam. Pas lagi duduk bentar, ada orang duduk di sebelah saya. Saling sapa, ngobrol, jebul dia orang Klaten juga, baahh, dunia memang sempit. Tapi mas nya yang saya belum ketahui namanya itu sudah berdomisili di Semarang. Dulu ternyata dia juga alumni SMA 3 Klaten, sama juga. hahaha.

Biasalah kalau ketemu orang sesama daerah di daerah lain, pasti ngobrolnya nggak terasa. Dan akhirnya saya lupa kalau belum mandi. Padahal waktu itu sudah menunjukkan pukul 05.45 WIB.

Akhirnya pamitan sama masnya itu, dan nyari tempat mandi. Karena toilet di Stasiun Gambir tidak memungkinkan untuk digunakan mandi, akhirnya saya nyoba fasilitas keren dan mahal lagi yang ada di Stasiun Gambir, yaitu Shower Room.

Shower & Locker Room Stasiun Gambir
Shower & Locker Room Stasiun Gambir / foto: dok.pribadi
Shower Room ini adalah tempat mandi premium yang bersih, pakai shower, ada sabun, shampo, pengering rambut, setrika, locker room, dll, yang letaknya di lantai 2 sisi selatan stasiun. Sebelahan sama Hotel Transit Gambir.

Saya sebenarnya sudah tahu info ini sebelumnya, jadi nyarinya nggak susah. Setelah sampai di Shower Room, ternyata mesti ngantri dulu, kamar mandinya cuma ada 4 ternyata. Dan saya kemarin dapat antrian nomor 6, padahal waktu itu masih di nomor 2. Busyet dah nunggu lama.... :v Saya jadi agak was-was kalau kesiangan nanti telat.

Pas nunggu antrian, tiba-tiba si mas orang Klaten tadi, datang lagi. Eh dia juga mau ngantri mandi. Wong Klaten maneh....

Berkat kesabaran, akhirnya giliran saya tiba, dan terima kasih kepada mas-mas antrian nomor 5 yang telah mendahulukan saya. Mandi selesai, lihat jam ternyata udah pukul 06.40 WIB. Busyet... :v padahal target saya berangkat ke Soeta itu dari Gambir jam 06.00 WIB. Haha, yowes lah, saya santai saja, tetap berdoa semoga perjalanan lancar nggak macet.

Owh ya, mau tau berapa tarif mandi di Shower Room tadi? Nih bill nya...

Tarif Shower Room Stasiun Gambir

Hahaha, keren ya, mandi cuma beberapa menit Rp 65.000, Keren kan.... :v Sebenarnya saya nggak masalah dengan biaya-biaya yang cukup mahal, asal itu bisa menambah pengalaman dan tentu ilmu yang bisa diambil. Karena kadang saya mendapatkan seseorang yang terlalu pelit sama dirinya sendiri untuk sesuatu yang baru. Dan pada akhirnya tak mendapatkan sesuatu yang baru pula. Hidup tak selalu dinilai dengan uang guyss.. :) #ceramah

Saya langsung turun dan nyari transportasi ke Soeta. Dari yang semula mau naik DAMRI, akhirnya saya rubah dari naik taksi online, dan pilihan saya jatuh pada Uber X. Karena nggak sempet sarapan, lagian nggak biasa sarapan pagi-pagi, akhirnya cuma mampir minimarket di Gambir buat beli susu sama beberapa roti. Biasanya sarapan pukul 09.00 :D Tolong jangan dicontoh ya Sahabat Indonesia Sehat dimana pun berada.

Nggak lama, Uber pesanan datang. Alhamdulillah.... Dan pas mau naik Uber ini, saya cek Twitter, ternyata Kang Anjari nanya posisi ku, aku jawab lagi menuju ke Soeta, padahal yang lain udah di sana. :D

Sopir Uber Apa Preman?

Waktu itu nunggu di depan pintu masuk Stasiun Gambir, nggak lama Uber pesanan datang, dengan mobil Avanza lama. Dari hasil bincang pagi bersama drivernya, diketahui namanya Yusril (Nama Samaran), sudah sekitar setahun gabung di Uber. Umurnya sekitar 30an, cuma pakai celana pendek, kaos oblong. Ternyata dia abis nganter anaknya sekolah, terus dapat order dari saya. Rejeki mu pak....

Driver Uber X
Pas di jalan ngobrol ngalor ngidul, dan ternyata dia orang Pacitan. Lhah, wong jowo maneh.

Karena saya kasih tau kalau pesawat berangkat jam 08.30 WIB, dia minta izin buat ngebut. Ya monggo lah, saya sih santai saja, lagian ngebutnya di Jakarta itu beda sama di Klaten.

Pas udah masuk tol, obrolan masuk ke ranah pribadi dan pengalaman si driver. Mulai bahas jalanan berlubang di Jakarta vs Jogja, hingga tragedi perkelahian si driver dengan tentara.

Iya, saya agak kaget. Kalau kebanyakan orang nggak suka sama tingkah polisi, lha si driver ini malah nggak suka sama tingkah tentara. :o Dia pun menceritakan pengalamannya ribut sama tentara pada masa lalu. Sampai-sampai si driver nunjukin bagian jidatnya bekas perkelahiannya sama tentara. Busyet, ini driver dulunya preman kali ya... Tapi intinya dia ribut bukan karena dia salah, tapi dia merasa dilecehkan. Dan dia merasa nggak bisa ngadu ke siapa-siapa. Dia merasa rakyat sekarang ini itu nggak ada yang ngayomi. Mau ngadu ke yang berwenang cuma dicuekin, alhasil cuma bisa ngandalin LSM. Itu menurut driver tersebut.

Terus yang menarik, si driver tersebut cerita kalau tentara udah Letnan itu sulit diajak berantem. Soalnya cara berantemnya udah bener. Nggak kayak yang prajurit. Masalahnya dia juga udah pernah berantem sama Letnan. :o

Obrolan terus berjalan, tak terasa sudah sampai di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta. Dengan berat hati, saya harus mengakhiri obrolan dengan pak driver tadi. Biayanya Rp 104.000 saya bayar pakai Debit Card, sebelumnya di aplikasi sudah saya sett pakai Debit Card.

Waktu itu menunjukan pukul 07.50 WIB, kalau nggak salah. Saya pun langsung menuju titik kumpul rombongan di depan BNI Bandara Soeta.

(bersambung di bagian II.....)

Baca juga Artikel Terkait "Nusantara Sehat"!