Selasa, 10 Mei 2016

Nyaris Gagal Ke Batam Gara-Gara Sakit Nyeri Punggung

Nyeri Punggung Atas

Seminggu yang lalu, Senin (18/4) saya agak was-was, lha tiba-tiba pas bangun tidur punggung saya nyeri nggak karuan, kayak kram otot gitu. Rasanya sakit kalau leher di tekuk ke bawah sama ke atas. Sebenernya nanti bisa sembuh sendiri, tapi dari pengalaman biasanya satu mingguan.

Padahal, Rabu malam saya harus ke Jakarta, Kamis paginya ke Batam bersama teman-teman blogger untuk mengikuti kegiatan press tour (Kunjungan Lapangan) Nusantara Sehat yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Bahaya kalau nyeri punggung nggak bisa sembuh, artinya perjalanan tentu tak akan maksimal. Bisa jadi malah gagal ikut ke Batam. Kan nggak seru, ikut acara bidang kesehatan tapi saya nggak sehat. :D

Batam sendiri merupakan kota yang spesial bagi saya. Selain ini kota di luar Pulau Jawa yang pertama kali saya kunjungi, di Bata mini juga terdapat Pulau Belakang Padang yang di sana terdapat 5 orang Tim Nusantara Sehat yang sedang bertugas mengabdi untuk memberikan pelayanan kesehatan di daerah terluar.

Jelas ini momen yang tidak bisa saya lewatkan, jika rasa nyeri punggung tidak bisa sembuh dan saya tidak bisa mengikutinya. Pasti saya akan kecewa sekali.

Biasanya kalau sudah nyeri punggung seperti ini artinya saya kecapekan dan kurang tidur. Dan itu benar saja, mengingat satu minggu terakhir saya sering keluar kota PP naik motor dan itu bikin pegel.

Beberapa hari sebelumnya saya ke Boyolali, terus ke Solo, terus ke Solo lagi, lanjut Jogja, terus Jogja lagi. Ya, mungkin karena sekarang intensitas ke luar kota naik motor agak jarang, jadi nyeri otot punggung ini akumulasi dari kecapekan itu. Lebih-lebih memang saya kurang tidur. Seperti pas dari Solo, pulang malam bukannya rehat, malah buka laptop buat ngerjain job. Terus dari Jogja juga gitu, pulang Jogja-Klaten hujan deres banget, agak capek sih, tapi tetep lanjut buka laptop. Kerjaan lagi banyak, cieh.

Akhirnya pas Senin pagi tiba-tiba punggung nyeri. Padahal Senin itu harus ke Solo. Ya sudah karena nyerinya bisa dipaksakan, akhirnya ke Solo naik motor lagi dengan punggung nyeri. Sumpah, dijalan nggak bisa fokus, malah tambah lemes. Tapi alhamdulillah lancar.

Buat yang belum pernah merasakan nyeri otot, nyeri otot itu rasa nyeri yang hanya dirasakan di daerah otot, yang ada di daerah otot, tulang atau organ.

Penyebab nyeri otot sih banyak, seperti karena cedera keseleo, otot digunakan berlebihan (bekerja terus tidak istirahat) dan tegang otot.

Dan saya pun akhirnya terkena nyeri otot punggung yang memang disebabkan karena penggunaan otot berlebihan (kurang istirahat) ditambah lagi tegang otot.

Nah, pas pulang dari Solo, saya mampir ke Apotek Gawok daerah Sukoharjo buat beli vitamin C dan air mineral. Pas mau bayar, saya jadi pengen beli obat nyeri otot juga, soalnya sakitnya tambah terasa. Kalau untuk naik motor sih nggak terasa banget nyerinya, tapi pas turun dan buat jalan, udah kayak robot jalannya. hahaha.

Owh ya mbak, sama obat buat nyeri punggung, yang buat otot itu lho,” tanya saya pas mau bayar.

Mbaknya agak bingung, "Apa ya mas?"

Sebenernya saya niatnya mau beli Counterpain, tapi waktu itu saya tiba-tiba lupa nama “Counterpain”.

Itu lho mbak yang kayak cream buat otot,” saya coba menjelaskan lagi ke mbaknya.

Owh Counterpain ya..?,” sahut mbaknya.

Nah…itu mbak, yang kecil saja ya mbak,” jawab saya penuh kelegaan akhirnya mbaknya tahu maksud saya. Tapi mungkin karena Counterpain juga sudah menjadi andalan buat nyeri punggung dan otot, jadi mbaknya juga merekomendasikan Counterpain.

Mbaknya akhirnya ngasih saya Counterpain yang ukuran kecil, tapi saya diberi Counterpain yang warnanya merah itu. Sebenarnya nggak masalah sih, tapi saya lebih suka yang Counterpain Cool. Soalnya yang ini rasanya dingin, enak buat gosok-gosok. hehehe.

Selain dingin, Counterpain Cool ini punya beberapa kelebihan.
  1. Bentuknya berupa gel yang memberikan sensasi sejuk. Di dalamnya terdapat bahan aktif Menthol yang manfaatnya banyak.
  2. Cara kerja menthol yang ada di Counterpain Cool ini mampu memberikan sensasi dingin lalu sensasi hangat, karena terjadi pelebaran pembuluh darah.
  3. Menthol ini juga mampu mempercepat pernyerapan obat sehingga efeknya terasa cepat.

Tapi pas minta Counterpain Cool ukuran kecil, ternyata pas habis. Ya sudah akhirnya saya membeli Counterpain Cool yang 15 gram. Ya malah bisa awet :)

Owh ya, sebenarnya saya sudah lama memakai Counterpain. Dulu sih gara-gara ayah saya selalu pakai ini setelah badminton, karena saya dulu juga pernah ngalami nyeri, akhirnya nyoba pakai Counterpain, dan ternyata cocok.

Dulu seringnya pakai Counterpain Cream, soalnya kandungan yang ada di dalamnya bisa mampu untuk meredakan nyeri, ada juga yang sebagai anti peradangan, dan tentunya memberikan sensasi dingin diikuti hangat setelah dipakai.

Nah kalau setelah olahraga, otot pasti bekerja secara maksimal, untuk memulihkannya penggunaan Counterpain Cream ini bisa membantu untuk mengatasi otot setelah digunakan secara berlebih, misalnya ketika selesai badminton atau sepakbola. Makanya ayah saya sering pakai Counterpain Cream supaya mempercepat pemulihan otot. Terus misal ada cedera akut semacam keseleo, juga bisa menggunakan ini di hari keempatnya.

Sedikit tips buat kalian yang mungkin pas olahraga cedera terus keseleo sampai bengkak, nah pas hari pertama sampai ketiga lebih baik lakukan terapi berupa istirahat, kompres dengan es, meletakkan area yang bengkak lebih tinggi. Lalu di hari keempat bisa menggunakan Counterpain Cream yang dioleh di bagian yang bengkak.

Kalau dilihat, Counterpain Cream memang lebih cocok untuk nyeri otot atau cedera yang skala menengah atau akut, seperti keseleo dan memar gitu.

Nah karena saya kemarin Cuma nyeri punggung karena kelelahan, saya pakainya Counterpain Cool. Yang Cool mengandung Menthol.

Sesampainya di rumah, saya langsung oleskan Counterpain di punggung. Karena setelah memakainya akan ada sensasi cool, maka saya gunakan sambil rebahan, biar efeknya juga bekerja secara optimal. Dan otot punggung juga bisa rileks.

Alhamdulillah, setelah pemakaian beberapa kali, pas hari Rabu (20/4) nyeri punggung sudah hilang. :) Cukup waktu 2 hari saja bisa sembuh dengan bantuan Counterpain. Kalau saja saya nggak pakai Counterpain mungkin bisa jadi saya gagal ikut ke Batam. Sedih kan.

Kalau kalian juga punya masalah nyeri otot punggung, harus segera diobati. Sesuai dengan apa yang saya baca dari website ini , Nyeri punggung itu jangan dianggap sepele. Karena jika dibiarkan, selain sembuhnya lama juga bisa berdampak lebih parah apalagi jika pas nyeri dipaksakan buat melakukan pekerjaan berat. Pastikan selalu menggunakan obat yang telah terbukti untuk menuntaskan masalah dan memang khusus untuk mengatasi masalah nyeri otot. Karena penggunaan obat yang salah juga bisa berdampak buruk.

Dan pada akhirnya, Rabu malam saya bisa berangkat ke Jakarta dan Kamis paginya bisa langsung ke Batam bersama teman-teman.  Rasa nyeri sudah tak terasa lagi.

Buat jaga-jaga, kemarin saya juga sudah beli Counterpain Patch, itu lho yang kayak koyo yang ditempel di badan. Sebenarnya sih yang Counterpain Cool kemarin masih, tapi pas kemarin nyari obat sebelum ke stasiun, lihat Counterpain Patch. 

Saya kira sih kayak koyo biasa, tapi setelah lihat keterangannya yang Patch ini teksturnya lebih lembut, elastis (nggak sakit kalau dilepas), terus aromanya seger. Bingung juga mau milihnya, soalnya ada 2 varian, Counterpain Patch dan Counterpain Patch Hot. Bedanya cuma di sensasi hangatnya. Saya pikir ini lebih praktis kalau buat bepergian. Ya sudah saya nyoba beli itu.

Sabtu, 30 April 2016

Nusantara Sehat : Tim Nusantara Sehat Mengabdi Untuk Negeri

Sesampainya di Batam, Kamis (21/4) saya dan rombongan tidak langsung ke Pulau Belakang Padang yang di sana terdapat Tim Nusantara Sehat. Kami baru menuju ke sana pada hari kedua, Jum'at (22/4) pagi.

Tim Nusantara Sehat Pulau Belakang Padang
Dari kiri : Yulianti Nataya, Paras Mita, Jemris Mikael, Diah Satyani Saminarsih, M .Sc, ( Staf Khusus Mentri Kesehatan Bidang Peningkatan Kemitraan dan SDGs), Pijar Liendar, Sri Purnamawati / Foto oleh Bowo Susilo
Melalui Pelabuhan Sekupang yang merupakan pelabuhan nasional dan internasional yang berada di pantai barat pulau Batam, provinsi Kepulauan Riau, Kami menuju ke Pulau Belakang Padang menggunakan perahu pompong yang cukup ditempuh dalam waktu kurang lebih 20-30 menit.

Pelabuhan Sekupang
Rute Pelabuhan Sekupang ke Pulau Belakang Padang / Foto via GMap

Perahu Pompong
Perahu Pompong / dok.pribadi
Perahu Pompong
Bapak Penarik Perahu Pompong / dok.pri
Pulau yang juga dikenal dengan sebutan Pulau Penawar Rindu ini masuk di Kecamatan Belakang Padang. Jadi, Kecamatan Belakang Padang ini adalah salah satu kecamatan kepulauan yang ada di Kota Batam. Lebih dari 100 pulau ada di kecamatan ini.

Dari data tahun 2014, Kecamatan Belakang Padang ini terdiri sekitar 108 pulau dengan komposisi 43 pulau berpenghuni, dan 65 pulau tidak berpenghuni. Dan kecamatan ini adalah kecamatan yang berbatasan dengan Singapura, pulau terluarnya adalah Pulau Nipah, Pulau Berhanti dan Pulau Pelampong.

Menarik...

Di sini daerah inilah, Tim Nusantara Sehat Periode II Tahun 2015 Kementerian Kesehatan RI ditempatkan di Puskesmas Belakang Padang. Bisa dibayangkan bagaimana mereka mengabdi di pulau yang berbatasan dengan negara tetangga, Singapura. Kemarin pun dari pulau ini saya melihat gedung-gedung menjulang tinggi yang ada di Singapura, sangat terlihat sekali. Dari pulau ini mungkin sekitar 30-45 menit saja.

Puskesmas Belakang Padang
Puskesmas Belakang Padang / dok.pri
Nah, siapa saja anak-anak muda hebat yang berani mengabdi di daerah ini, mereka adalah :

  1. Jemris Mikael Atadena (Ahli Gizi),
  2. Pijar Liendar Ramadhana (Kesehatan Lingkungan),
  3. Paras Mita Sari (Farmasi),
  4. Sri Purnamawati (Bidan),
  5. Yulianti Nataya Rame Kana (Kesehatan Masyarakat)
Baru lima bulan lamanya mereka berada di Pulau Belakang Padang untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang ada di sana. Masa tugas yang lamanya dua tahun akan mereka tempuh dengan berbagai masalah yang ada.

Salah satu masalah itu adalah Air.

Kemarin, sesampainya di pulau ini, kami langsung menuju ke gedung serbaguna yang berada di dekat Puskesmas Belakang Padang. Di gedung ini, kami mendengar paparan dari berbagai pihak, salah satunya dari Tim Nusantara Sehat.

Perwakilan Tim Nusantara Sehat, Pijar Liendar Ramadhana, mengungkapkan jika di Kecamatan Belakang Padang, air bersih itu seperti emas.

Pijar Tim NS
Pijar Saat Memaparkan Kondisi Belakang Padang / Foto. dok.pri
Mendengar hal itu, saya sangat merasa untuk terus bersyukur atas apa yang telah diberikan-Nya.

Ketika saya terlalu lama mandi di hotel dengan berendam air panas, membuang-buang air dengan cuma-cuma, ternyata saudara saya yang masih satu daerah masih kekurangan air bersih.

Untuk mendapatkannya saja hanya mengandalkan air hujam dan air waduk (bendungan). Bahkan ketika waktu itu Jum'atan di masjid setempat, salah seorang takmir masjid mengumumkan bahwa infaq masjid yang didapat juga telah digunakan untuk membeli air. Sesulit inikah mencari air bersih? Semoga Allah terus melimpahkan rizki untuk saudara-saudara saya di sana.

Tentu dengan masalah kekurangan air ini juga akan berdampak pada kesehatan masyarakat di sana.

Tidak hanya masalah air, tapi yang menjadi perhatian saya adalah soal sampah. Ketika memasuki pulau ini, dipinggiran pantai akan terdapat pemandangan yang tak nyaman sekali, yakni kumpulan sampah yang sangat banyak.

Sampah
Sampah di dekat pelabuhan Belakang Padang / dok.pribadi
Meskipun sampah berada di pinggiran pantai, bukan tengah pemukiman, tentu saja ini menjadi dampak negatif bagi kesehatan lingkungan.

Sayang, ketika di Pulau Belakang Padang saya tak sempat menanyakan hal ini kepada mereka Tim NS. Tapi selepas dari sana, saya mencoba untuk menghubungi Pijar melalui akun media sosialnya.

Kemarin saya mencoba bertanya soal tindakan edukasi ke masyarakat di sana soal tata kelola sampah. Pijar pun menjelaskan bahwa sebenarnya sudah ada edukasi, namun masyarakat di sana belum bisa tergerak secara mandiri.

"Untuk edukasi sudah mas. Tapi masyarakat memang sudah terbiasa. Untuk kegiatan gotong royong sudah dikasih jadwal tapi masyarakat belum tergerak. Kami untuk gotong royong pembersihan kami gandeng Koramil sama Polsek Belakang padang. Memang masyarakat sini sudah terbiasa mas. Jadi kami masih berusaha untuk bisa gerakan masyarakat sini," jelas Pijar melalui akun media sosialnya.

Dari sini saya mengambil kesimpulan bahwa masalah utama yang ada di Pulau Belakang Padang sebenarnya pola pikir masyarakat yang belum sadar soal kesehatan lingkungan. Padahal kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat itu sendiri.

Hal ini juga diperkuat dari penjelasan yang disampaikan oleh Jemris, Tim NS yang berasal dari Alor, Nusa Tenggara Timur. Di sela-sela melihat ruangan Puskesmas Belakang Padang, Jemris menjelaskan bahwa dirinya dalam hal memberikan edukasi dan pelayanan gizi terhadap anak-anak Belakang Padang harus menggunakan strategi khusus.

Jemris Tim NS
Foto bersama Jemris
Jemris menyadari bahwa pola pikir masyarakat di sana khususnya kalangan ibu-ibu masih belum bisa menyadari pentingnya memberikan pola makan sehat kepada anaknya. Ibu-ibu di sana memberikan makanan ke anak hanya dari apa yang disukai si anak. Sehingga entah itu makanan sehat atau tidak, ya tetap dikasih.

Melihat masalah ini, Jemris sebagai Ahli Gizi, memiliki strategi untuk merupakan pola makan anak. Bukan memulainya dengan merubah pola pikir sang orang tuanya, tapi justru mendekati anak-anak agar menyukai makanan yang sehat dan bergizi. Salah satunya dengan mengedukasi anak-anak untuk meminum susu secara rutin. Dan ini terbukti efektif untuk mengatasi masalah ini.

Itu beberapa masalah yang ada di Pulau Belakang Padang, dan upaya yang telah dilakukan oleh Tim NS di sana. Tentu, saat ini masih banyak tugas yang perlu dilakukannya agar kehidupan masyarakat di Belakang Padang menjadi lebih sehat. Dan yang terpenting adalah bagaimana menyadarkan masyarakat untuk hidup sehat.

Tugas berat memang, tapi inilah yang dinamakan pengabdian. Pengabdian tidak memandang seberapa banyak masalahnya, tapi seberapa besar yang telah diperbuat untuk merubah segalanya.

Meski hanya bertemu beberapa jam, saya sangat merasa senang bisa bertemu dengan teman-teman Tim NS ini. Mereka anak-anak muda yang telah ikut membangun Indonesia bukan hanya sekedar bicara, tapi juga melakukan dengan apa yang mereka bisa.

Terima kasih Nusantara Sehat telah ada untuk memberikan upaya perluasan pelayanan kesehatan di seluruh negeri ini. :)

Baca juga Artikel Terkait "Nusantara Sehat"!

Rabu, 27 April 2016

Nusantara Sehat : Dari Naik Pesawat Sampai Ketinggalan Kereta (I)

Perjalanan Nusantara Sehat

Ceritanya Kamis-Sabtu (21 sd 23 April 2016) kemarin saya diajak jalan-jalan sama Kemenkes RI ke Batam. Bukan jalan-jalan biasa, tapi jalan-jalan kali ini ada misinya untuk membangun mimpi untuk negeri ini. B-)

Saya tak sendiri, waktu itu saya bersama 11 blogger lain dari tanah Jakarta dan berbagai rombongan pers. Kalau di total kemarin itu rombongan ada 60 orang. Banyakkk emang...

Nah, karena ini pertama kalinya aku ke Batam, lebih tepatnya pergi ke luar Pulau Jawa, ya saya sih sebenarnya biasa-biasa saja. Beberapa hari sebelum keberangkatan saya pesen tiket kereta dulu, dari Klaten - Jakarta. Soalnya kemarin akomodasi pesawat dari Jakarta - Batam. Owh ya, ini juga pertama kalinya saya naik pesawat. Ndesooo ya....

Beberapa hari sebelum hari H, saya di WhatsApp sama salah satu orang dari Kemenkes, namanya Ibu Septi. Sebelumnya, pas di WhatsApp saya memanggilnya 'Mbak', hahaha, lalu saya rubah jadi 'Ibu', ya biar agak pantas. Maaf njih Bu Septi.... ^^

WhatsApp Ibu Septi
WhatsApp Bu Septi / dok.pribadi
Waktu itu Bu Septi WA saya cuma mau minta fotokopi KTP saja untuk keperluan booking pesawat. Ya sudah saya kasih saja, scan KTP, tapi Bu Septi minta difotoin saja, ya sudah saya turuti.

Selang beberapa hari, saya tanya ke Bu Septi soal jadwal keberangkatan nanti ke Batam, soalnya saya juga perlu booking tiket kereta, biar pas waktunya. Pas hari Sabtu (16/4) akhirnya beliau ngirimin saya rundown acara via WA. Pas saya lihat, ternyata jam 07.00 WIB harus sudah kumpul di Bandara Soekarno-Hatta. Itu artinya, saya harus nyari transportasi dari Klaten ke Jakarta yang sampainya sebelum jam 07.00 WIB.

Jadwal
Jadwal Tentatif Media Tour Nusantara Sehat
Sebenarnya bisa juga saya ke Jakarta pas H-1, tapi kebetulan waktu itu ada acara waktunya mepet, akhirnya nggak bisa.

Sempat terpikir mau naik pesawat saja ke Jakartanya, tapi lihat jadwal penerbangan waktunya tidak memungkinkan. Ya sudah, akhirnya nyoba nyari tiket kereta yang waktunya pas.

Browsing-browsing dapatlah tiket kereta lewat Tokopedia. Iya, saya baru ngeh ternyata Tokopedia juga jualan tiket. (Ini bukan pesan sponsor lho ya, ini cuma pengalaman saya kemarin). Kemarin dapat tiket kereta Argo Dwipangga Kelas Eksekutif jurusan Klaten - Gambir dengan harga Rp 173.250 saja, kebetulan dapat promo. Murah banget lah ya untuk ukuran kereta eksekutif.

Tiket Dwipangga
Harga yang tercantum belum dipotong promo
Nah, pas order tiket itu, saya cuma pesen tiket berangkat saja, tiket pulang belum pesan. Soalnya nanti takut jadwalnya molor, tiket malah hangus. Tapi setelah melihat jadwal acara, dan jadwal kereta kepulangan, akhirnya saya beli langsung tuh tiket untuk pulang, rute masih sama, Gambir - Klaten dengan Kereta Argo Lawu kelas Eksekutif juga. Keren ya saya B-) #AnakEksekutif

Rabu malam, berangkatlah saya ke Stasiun Klaten, karena jadwal keretanya jam 20.28 WIB. Tiba di stasiun Klaten sekitar jam 19.30 WIB, ya biar nunggu di sana daripada kesusu.

Alhamdulillah keretanya ontime, meski telat 5 menitan. Pelayanan kereta sekarang saya akui lebih baik, terima kasih PT. KAI.

Saya dapat gerbong 7 dari total 8 gerbong, pas masuk.... Ya Allah, ini kereta eksekutif kok bagus amat. :)) Soalnya belum pernah naik Argo Dwipangga. Yang bikin heran lagi, kok dalam satu gerbong cuma beberapa orang, nggak lebih dari 6 orang. Padahal pas saya booking tiket, di sana tertulis tinggal 3 kursi.

Kereta Api Dwipangga
Kereta Api Argo Dwipangga Eksekutif (Klaten-Gambir) / Foto:dok.pribadi
Dan saya pun baru menyadari bahwa ini hanya strategi marketing saja, mungkin Tokopedia cuma dapat beberapa kursi dari PT.KAI, jadi kesannya udah full booking padahal masih seloo.

Yowes, akhirnya bisa leyeh-leyeh di dalam kereta, tinggal nunggu sampai saja. Tapi meskipun naik kelas Eksekutif yang seloo...saya nggak bisa tidur nyenyak. Bukan masalah takut ada copet, lha wong ada petugas keamanan yang mondar-mandir, tapi masalah AC kereta yang terlalu dingin. Sumpah saya nggak bisa tidur kalau AC terlalu dingin, meskipun kemarin udah pakai selimut. 

Sekitar jam 23.00, mata pas agak lelap-lelapnya, akhirnya terbangun karena mendengar suara perempuan yang berjalan. Bukan setan, bukan sesuatu yang gentayangan, tapi si mbak 'pramugarinya kereta' yang jualan makanan. Lhah, saya kira mau dapat makan gratis, ternyata dijual. :)) Soalnya saya pas masuk kereta lupa beli cemilan plus minuman.

Seiring kereta berjalan, waktu pun berputar...

Sampailah saya di Stasiun Gambir, lupa jam berapa tepatnya, tapi waktu itu pas Subuh, soalnya terdengar suara adzan. Sampai sana ternyata pas hujan, wah...

Rencana saya pas sampai Gambir, nanti ke Bandara Soeta naik DAMRI, opsi kedua naik Uber/Grab, sekalian nyoba. Pas sampai di Gambir, saya menuju mushola stasiun tersebut dulu, sangat disayangkan, stasiun segede itu musholanya cuma sempit, bau apek lagi karpetnya. Kepada pihak pengelola Stasiun Gambir, saya mohon perhatikan fasilitas primer ini.

Setelah subuhan, saya balik ke lantai dua, duduk-duduk bentar di sana, soalnya masih ngantuk setelah perjalanan semalam. Pas lagi duduk bentar, ada orang duduk di sebelah saya. Saling sapa, ngobrol, jebul dia orang Klaten juga, baahh, dunia memang sempit. Tapi mas nya yang saya belum ketahui namanya itu sudah berdomisili di Semarang. Dulu ternyata dia juga alumni SMA 3 Klaten, sama juga. hahaha.

Biasalah kalau ketemu orang sesama daerah di daerah lain, pasti ngobrolnya nggak terasa. Dan akhirnya saya lupa kalau belum mandi. Padahal waktu itu sudah menunjukkan pukul 05.45 WIB.

Akhirnya pamitan sama masnya itu, dan nyari tempat mandi. Karena toilet di Stasiun Gambir tidak memungkinkan untuk digunakan mandi, akhirnya saya nyoba fasilitas keren dan mahal lagi yang ada di Stasiun Gambir, yaitu Shower Room.

Shower & Locker Room Stasiun Gambir
Shower & Locker Room Stasiun Gambir / foto: dok.pribadi
Shower Room ini adalah tempat mandi premium yang bersih, pakai shower, ada sabun, shampo, pengering rambut, setrika, locker room, dll, yang letaknya di lantai 2 sisi selatan stasiun. Sebelahan sama Hotel Transit Gambir.

Saya sebenarnya sudah tahu info ini sebelumnya, jadi nyarinya nggak susah. Setelah sampai di Shower Room, ternyata mesti ngantri dulu, kamar mandinya cuma ada 4 ternyata. Dan saya kemarin dapat antrian nomor 6, padahal waktu itu masih di nomor 2. Busyet dah nunggu lama.... :v Saya jadi agak was-was kalau kesiangan nanti telat.

Pas nunggu antrian, tiba-tiba si mas orang Klaten tadi, datang lagi. Eh dia juga mau ngantri mandi. Wong Klaten maneh....

Berkat kesabaran, akhirnya giliran saya tiba, dan terima kasih kepada mas-mas antrian nomor 5 yang telah mendahulukan saya. Mandi selesai, lihat jam ternyata udah pukul 06.40 WIB. Busyet... :v padahal target saya berangkat ke Soeta itu dari Gambir jam 06.00 WIB. Haha, yowes lah, saya santai saja, tetap berdoa semoga perjalanan lancar nggak macet.

Owh ya, mau tau berapa tarif mandi di Shower Room tadi? Nih bill nya...

Tarif Shower Room Stasiun Gambir

Hahaha, keren ya, mandi cuma beberapa menit Rp 65.000, Keren kan.... :v Sebenarnya saya nggak masalah dengan biaya-biaya yang cukup mahal, asal itu bisa menambah pengalaman dan tentu ilmu yang bisa diambil. Karena kadang saya mendapatkan seseorang yang terlalu pelit sama dirinya sendiri untuk sesuatu yang baru. Dan pada akhirnya tak mendapatkan sesuatu yang baru pula. Hidup tak selalu dinilai dengan uang guyss.. :) #ceramah

Saya langsung turun dan nyari transportasi ke Soeta. Dari yang semula mau naik DAMRI, akhirnya saya rubah dari naik taksi online, dan pilihan saya jatuh pada Uber X. Karena nggak sempet sarapan, lagian nggak biasa sarapan pagi-pagi, akhirnya cuma mampir minimarket di Gambir buat beli susu sama beberapa roti. Biasanya sarapan pukul 09.00 :D Tolong jangan dicontoh ya Sahabat Indonesia Sehat dimana pun berada.

Nggak lama, Uber pesanan datang. Alhamdulillah.... Dan pas mau naik Uber ini, saya cek Twitter, ternyata Kang Anjari nanya posisi ku, aku jawab lagi menuju ke Soeta, padahal yang lain udah di sana. :D

Sopir Uber Apa Preman?

Waktu itu nunggu di depan pintu masuk Stasiun Gambir, nggak lama Uber pesanan datang, dengan mobil Avanza lama. Dari hasil bincang pagi bersama drivernya, diketahui namanya Yusril (Nama Samaran), sudah sekitar setahun gabung di Uber. Umurnya sekitar 30an, cuma pakai celana pendek, kaos oblong. Ternyata dia abis nganter anaknya sekolah, terus dapat order dari saya. Rejeki mu pak....

Driver Uber X
Pas di jalan ngobrol ngalor ngidul, dan ternyata dia orang Pacitan. Lhah, wong jowo maneh.

Karena saya kasih tau kalau pesawat berangkat jam 08.30 WIB, dia minta izin buat ngebut. Ya monggo lah, saya sih santai saja, lagian ngebutnya di Jakarta itu beda sama di Klaten.

Pas udah masuk tol, obrolan masuk ke ranah pribadi dan pengalaman si driver. Mulai bahas jalanan berlubang di Jakarta vs Jogja, hingga tragedi perkelahian si driver dengan tentara.

Iya, saya agak kaget. Kalau kebanyakan orang nggak suka sama tingkah polisi, lha si driver ini malah nggak suka sama tingkah tentara. :o Dia pun menceritakan pengalamannya ribut sama tentara pada masa lalu. Sampai-sampai si driver nunjukin bagian jidatnya bekas perkelahiannya sama tentara. Busyet, ini driver dulunya preman kali ya... Tapi intinya dia ribut bukan karena dia salah, tapi dia merasa dilecehkan. Dan dia merasa nggak bisa ngadu ke siapa-siapa. Dia merasa rakyat sekarang ini itu nggak ada yang ngayomi. Mau ngadu ke yang berwenang cuma dicuekin, alhasil cuma bisa ngandalin LSM. Itu menurut driver tersebut.

Terus yang menarik, si driver tersebut cerita kalau tentara udah Letnan itu sulit diajak berantem. Soalnya cara berantemnya udah bener. Nggak kayak yang prajurit. Masalahnya dia juga udah pernah berantem sama Letnan. :o

Obrolan terus berjalan, tak terasa sudah sampai di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta. Dengan berat hati, saya harus mengakhiri obrolan dengan pak driver tadi. Biayanya Rp 104.000 saya bayar pakai Debit Card, sebelumnya di aplikasi sudah saya sett pakai Debit Card.

Waktu itu menunjukan pukul 07.50 WIB, kalau nggak salah. Saya pun langsung menuju titik kumpul rombongan di depan BNI Bandara Soeta.

(bersambung di bagian II.....)

Baca juga Artikel Terkait "Nusantara Sehat"!

Nusantara Sehat : Kantor Kesehatan Pelabuhan Sebagai Filter Penyakit Menular di Suatu Negara

Setiba di Bandara Hang Nadim Batam, kami rombongan Media Tour "Nusantara Sehat" berkumpul sejenak di salah satu ruangan kecil di sudut bandara. Kami menyalami satu per satu petugas yang berjaga dan ternyata itu adalah ruangan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilayah Kerja Bandara Hang Nadim Batam.

KKP Hang Nadim Batam
Kantor Kesehatan Pelabuhan Wilker Bandara HangNadim Batam / Foto Shintaries
Menarik bagi saya bisa mengunjungi kantor ini. Dan ternyat eh ternyata, saya juga baru tahu kalau ada KKP. KKP yang sejatinya berada di bawah naungan Kemenkes RI ini ternyata memiliki tugas yang sangat penting.

Iya, KKP ternyata memiliki tugas yang sangat penting khususnya untuk urusan masalah kesehatan dari orang yang lalu lalang di pelabuhan/bandara/pos darat.

Salah satu tugas pokok dari KKP adalah melakukan cegah tangkal terhadap penyebaran virus/penyakit baik dari luar maupun dalam negeri sendiri. Jadi, bisa dikatakan KKP ini sebagai filter setiap orang yang masuk ke Indonesia atau keluar negeri agar tidak menularkan penyakit ke negara lain.

Namun, melihat tugas penting yang diemban KKP tersebut, saya merasa agak miris ketika melihat KKP yang ada di Bandara Hang Nadim Batam hanya berupa ruangan kecil dengan dua bilik ruangan perawatan. Dari salah satu paparan yang disampaikan oleh pihak KKP Batam, ternyata ruangan tersebut memang 'numpang' tempat di bandara.

Petugas KKP Wilker Bandara Hang Nadim Batam / Foto : Nunik Utami
Padahal dengan melihat tugas pokok KKP, seharusnya KKP memiliki ruang tersendiri yang lebih besar dan dilengkapi dengan peralatan yang cukup lengkap. Terlebih Bandara Hang Nadim Batam merupakan salah satu pintu masuk utama bagi warga negara asing. Dan ini jelas berpengaruh besar terhadap penyebaran virus/penyakit dari luar negeri.

KKP sendiri tugasnya berada di pelabuhan dan bandara resmi. Jadi jika ingin mendapatkan pelayanan dari KKP jangan sekali-kali melewati pelabuhan tikus.

Pihak KKP selalu berkoordinasi dengan pihak bandara/pelabuhan untuk melakukan pemeriksaan. Sehingga tak akan mengganggu jadwal penerbangan.

Siapa saja yang harus diperiksa? Yang jelas orang-orang yang datang dari luar negeri dan akan ke luar negeri. Lalu ibu hamil juga diperiksa. Nah kalau ibu hamil usia kehamilannya sudah lebih dari 38 minggu, nanti tidak boleh terbang. Tentunya setelah mendapatkan rekomendasi dan pemeriksaan dari pihak KKP. Untuk tiket pesawatnya akan dibatalkan oleh pihak KKP.

Jadi, lebih baik masing-masing individu mulai melihat kondisi kesehatannya sendiri dulu sebelum memastikan untuk terbang, apalagi ke luar negeri atau balik ke dalam negeri. Ini sangat penting untuk mencegah penularan penyakit. Apabila dirasa ada sesuatu dengan kesehatan  ketika akan terbang, pastikan untuk selalu melakukan pengecekan di KKP.

Karena inilah yang juga menjadi tugas dari KKP.

KKP tidak bisa bertugas sendirian, perlu adanya sinergi dari para penumpang itu sendiri. Untuk itu jangan paksakan jika kesehatan kurang baik, lebih baik tunda penerbangan agar tak ada yang tertular dengan sakit yang kita rasakan.

Seperti inilah peran penting dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Kita sebagai penumpang, harus selalu berkolaborasi dengan KKP, jika ada orang lain yang kiranya tidak sehat, segera laporkan KKP. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Artikel Terkait Seputar "Nusantara Sehat" :

Selasa, 26 April 2016

Nusantara Sehat : Terpilih Menjadi Bagian Sahabat Indonesia Sehat

Saya bangga menjadi bangsa Indonesia, saya bangga menjadi bagian dari negeri tercinta, saya bangga menjadi salah satu blogger yang diberi kesempatan merajut mimpi bersama Kemenkes RI.

Tanggal 21-23 April 2016 kemarin, saya diberi kesempatan untuk turut serta mengunjungi Tim Nusantara Sehat yang ditempatkan di salah satu pulau terluar Indonesia, yakni di Pulau Belakang Padang, Batam, Kepri.

Pulau ini memang bagian terluar Indonesia yang berbatasan dengan negara tetangga, Singapura.

Jujur, ini pengalaman saya yang pertama kalinya mengunjungi pulau di luar Jawa. Terlebih pengalaman pertama ini dinikmati bersama teman-teman blogger lain, pers dan perwakilan Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, total ada sekitar 60 orang di rombongan kemarin.

Pasti ada yang bertanya kenapa saya bisa ikut dalam acara bertajuk "Kunjungan Lapangan Tematik - Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Menuju Kepri Sehat" ini.

Blogger Nusantara Sehat
Foto by +Rahab Ganendra 
Ya, beberapa minggu sebelum hari H, saya sempat membaca status Facebook Kang Anjari selaku Kepala Opini Publik Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan yang mengatakan bahwa pihaknya (Kemenkes RI) akan mengajak blogger dalam acara tersebut. Jelas, saya pribadi langsung tertarik. Banyak alasan yang melatarbelakangi saya ingin mengikuti acara tersebut.

Dan akhirnya, Kang Anjari memberikan informasi bahwa untuk mengikuti acara ini, blogger harus menulis artikel tentang "Jika Aku Tim Nusantara Sehat".

Baca Artikel Sebelumnya : Nusantara Sehat : Merajut Mimpi Bersama Kemenkes RI

Saya yang pada waktu itu membaca status tersebut, langsung membacanya dengan seksama. Tanpa panjang lebar, langsung menulis artikel yang diminta. Jadilah artikel berikut ini "Jika Aku Tim Nusantara Sehat". Karena belum ada yang mempublisnya, saya pun tak ada referensi bagaimana artikel yang diminta. Akhirnya saya menulis saja apa yang ada dibenak saya. Sempat ada keraguan apakah artikel seperti ini yang diinginkan, tapi karena sudah terlanjur dipublikasikan, ya sudah saya pasrahkan dan berharap bisa diterima.

Blogger Terpilih
Detail : Ini 10 Blogger Terpilih Ikut Jalan-Jalan ke Batam
Dan di tanggal 11 April 2016, Kang Anjari mengabarkan siapa saja blogger yang lolos untuk mengikuti kunjungan ke Batam nanti. Alhamdulillah, di situ ada nama saya. Tidak menyangka sebenarnya, terlebih ketika membaca daftar nama-nama blogger, semuanya adalah blogger dari Jakarta dan sekitarnya. Hanya saya sendiri yang dari luar Jakarta (daerah), Klaten.

Rasa bangga menyelimuti jiwa, karena dari 48 blogger yang mendaftar akhirnya saya bisa terpilih untuk menjadi bagian #SahabatIndonesiaSehat. Ini pengalaman yang tidak bisa saya lupakan. Terlebih, acara ini merupakan salah satu usaha untuk mewujudkan mimpi negeri untuk memberikan pelayanan kesehatan yang merata di setiap sudut negeri.

Meski saya dan rombongan datang bukan sebagai tenaga medis, tapi kehadiran kami untuk mengunjungi Tim Nusantara Sehat di Pulau Belakang Padang, Batam, Kepri ini bisa menjadikan energi positif untuk bersama-sama melihat secara langsung keadaan saudara kita di pulau terluar Indonesia. Dan tentunya bertemu langsung dengan para Tim Nusantara Sehat yang ditugaskan di sana.

Tidak hanya sekedar publikasi semata, tapi dari kunjungan itu, saya pribadi bisa merasakan betapa rasa syukur itu perlu kita ucapkan setiap hari. Saudara kita di Pulau Belakang Padang sana ternyata masih butuh perhatian, masih butuh bekal untuk meniti kehidupan yang lebih baik lagi. Saya sangat bersyukur bisa tinggal di daerah yang serba kecukupan, punya akses yang mudah dan tidak terkendala masalah sumber daya alam.

Terima kasih atas kesempatannya, silahkan dibaca artikel selanjutnya....

Artikel terkait seputar "Nusantara Sehat" :




Nusantara Sehat : Merajut Mimpi Bersama Kemenkes RI

Meski belum semua Pulau saya datangi, saya sangat bangga terlahir di ibu pertiwi ini. Indonesia yang sejatinya tersusun atas berbagai pulau besar dan kecil, menjadi ciri dari keberagaman negeri ini.

Indonesia hadir dengan keberagamannya, dengan keunikannya. Inilah yang harus kita sadari bahwa Indonesia layak untuk kita cintai. :)

Meski dengan keberagaman dan luasnya wilayah ini, membuat penyebaran fasilitas dari daerah satu dengan daerah lain belum semuanya terpenuhi. Tapi inilah yang harus kita coba untuk hadapi, inilah mimpi yang harus kita wujudkan bersama dan carikan solusi agar semuanya bisa mandiri, sejahtera baik rohani maupun jasmani.

Telah kita ketahui, bahwa masalah di Indonesia masih begitu banyak, terutama untuk masalah kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di pinggiran. Jika bicara masalah kesehatan, pastinya akan menyinggung banyak hal. Mulai dari SDM (Tenaga Kesehatan), fasilitas kesehatan, infrastruktur yang ada dan tentunya anggaran. Ingat, negeri ini sangat luas perlu adanya anggaran untuk bisa melayani semua.

Di Pemerintahan Jokowi sekarang ini, telah dicanangkan agenda prioritas untuk bisa mewujudkan Indonesia yang lebih berarti. Agenda yang dinamakan "Nawa Cita" tersebut salah satunya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

"5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui program Indonesia Pintar dengan wajib belajar 12 tahun bebas pungutan. Dan program Indonesia Sehat untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Serta Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera dengan mendorong program kepemilikan tanah seluas sembilan juta hektar."

Jelas, ini butuh dukungan dari semua elemen yang ada di negeri ini. Tidak hanya dari Pemerintahan saja, tapi juga masyarakat umum yang memiliki potensi dibidangnya masing-masing.

Inilah yang coba dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mencoba meningkatkan Pelayanan Kesehatan Primer yang lebih merata di daerah yang paling membutuhkan.

Nusantara Sehat

Melalui program "Nusantara Sehat", Kemenkes RI menggandeng masyarakat (anak-anak muda) yang ahli dibidang kesehatan untuk bersama-sama memberikan pelayanan kesehatan yang lebih di daerah-daerah pinggiran.

Nusantara Sehat dicanangkan untuk memperluas pelayanan kesehatan di daerah terpencil. Para tenaga kesehatan muda akan ditempatkan dalam bentuk tim di sebuah daerah terpencil dan pinggiran. Dalam satu tim terdiri dari 5 hingga 9 tenaga kesehatan yang terdiri dari Dokter, Dokter Gigi, Tenaga Kesehatan Masyarakat, Tenaga Ahli Gizi, Perawat, Bidang, Tenaga Kesehatan Lingkungan, dan Farmasi.

Nusantara Sehat sangat membantu penyebaran pelayanan kesehatan di seluruh penjuru negeri, di tengah minimkan tenaga kesehatan yang ada saat ini.

Terbukti dari uji coba yang telah dilakukan pada tahun 2014 lalu, Tim Nusantara Sehat yang ditempatkan di 4 Puskesmas pada 4 Kabupaten di 4 Propinsi yakni Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Maluku dan Papua, telah mampu meningkatkan kunjungan masyarakat ke Puskesmas. Sehingga program ini jelas sangat berdampak positif untuk upaya kesehatan masyarakat.

Dan ditahun 2015 kemarin, Nusantara Sehat telah menempatkan tenaga kesehatan muda yang lebih banyak lagi. Tim Nusantara Sehat Periode I dilakukan pada bulan Mei 2015 telah ada ada 142 tenaga kesehatan yang tersebar di 20 Puskesmas, sedangkan di Tim Nusantara Sehat Periode II yang ditempatkan pada bulan Desember 2015, berjumlah 552 tenaga kesehatan di 100 Puskesmas.

Target Program Nusantara Sehat
Target ini adalah Mimpi ini harus diwujudkan bersama-sama, baik dari pihak Kemenkes RI selaku pemerintah, dan tentunya juga dari Tenaga Kesehatan selaku masyarakat. Di sini perlu adanya sinergi dan kolaborasi agar program ini terus ada memberikan dampak yang positif bagi peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di seluruh penjuru negeri.

Dan saya bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan ini, mengenal lebih dekat lagi apa itu Nusantara Sehat, Siapa itu Tim Nusantara Sehat, dan bagaimana kondisi yang ditempati oleh Tim Nusantara Sehat.

Artikel terkait seputar "Nusantara Sehat" :

Senin, 25 April 2016

Cara Mudah Menemukan Penyedia Jasa Untuk Rumah Anda

Masalah di rumah pasti selalu ada dan kadang sebagai pemilik rumah tak ada daya untuk bisa memperbaikinya. Mau minta bantuan tetangga kadang mereka juga tak bisa dan tentunya juga belum ada yang ahli dibidangnya. Alhasil, mencari penyedia jasa perbaikan rumah adalah solusinya.

Saya sendiri sih kalau ada kerusakan atau perbaikan perabot rumah tangga masih bisa diperbaiki sendiri. Kalau pun tidak bisa ya paling minta bantuan tetangga. Maklum hidup di desa. hehe

Tapi buat Anda yang tinggal di kota seperti Jakarta, rasanya memang harus meminta bantuan dari penyedia jasa yang ada.

Masalahnya adalah ketika mencari penyedia jasa kadang sulit untuk mendapatkan kontaknya. Paling mudah mendapatkan kontaknya ya dari rekomendasi tetangga. Tapi ujungkan kadang tak puas dengan pelayannya.

Nah, hal seperti ini tentu banyak ditemui khususnya bagi Anda yang tinggal di Jakarta.

Untungnya sekarang udah ada Sejasa.com, platform online untuk menemukan penyedia jasa terpercaya dan tentunya cepat.

Sejasa - Jasa Service AC Jakarta

Misalnya Anda sedangkan mencari service AC Jakarta, ya tinggal cari saja. Masuk ke Sejasa.com, tulis kebutuhan Anda, dalam beberapa menit/jam Anda akan mendapatkan balasan berupa penawaran dari Sejasa.com melalui email, sekarang tinggal pilih jasa service AC di Jakarta yang terbaik.

Nanti Anda bisa membandingkan harga, portfolio, dan review yang ada. Sehingga dalam memiliki penyedia jasa AC ini tidak salah pilih dan Anda akan mendapatkan penyedia jasa service AC yang profesional dan terpercaya.

Atau Anda juga dapat langsung mengunjungi melihat berbagai penyedia jasa service AC yang ada di Jakarta. Tinggal pilih saja yang sesuai dengan keinginan.

Sejasa

Agar Anda tidak bingung ketika memilih penyedia jasa melalui Sejasa.com, berikut beberapa tips yang bisa Anda gunakan.

1. Cari yang memiliki rating tinggi

Sejasa.com memiliki fitur rating untuk para penyedia jasa yang ada. Dengan fitur ini Anda bisa melihat rating yang mereka dapatkan. Rating ini dihasilkan atas review yang telah diberikan oleh para pelanggan.

2. Baca review dan portfolio

Setiap pelanggan yang sudah menggunakan penyedia jasa di Sejasa.com akan meninggalkan review. Bacalah bagaimana review dari mereka. Apakah penyedia jasa tersebut kredibel atau tidak.

3. Transparansi Harga

Setiap penyedia jasa yang telah terdaftar di Sejasa.com akan memberikan deskripsi jasanya. Nah, pilihlah yang memberikan informasi harga yang transparan dan jelas. Ini akan memudahkan Anda dalam mengkalkulasikan biaya. Jika ada yang tidak menampilkan biaya jasanya, lebih baik skip saja.

4. Cari Lokasi Terdekat

Misalnya Anda di Jakarta dan mencari Jasa Service AC, lebih baik cari yang terdekat lokasinya dengan Anda. Di Sejasa.com ada filter untuk lokasi. Anda bisa memilih penyedia jasa di daerah Jakarta Timur, Jakarta Pusat, atau daerah lainnya.

Dengan mencari penyedia jasa di Sejasa.com maka Anda akan mendapatkan referensi penyedia jasa yang lebih bervariasi lagi. Dengan berbagai pilihan dan tentunya sesuai dengan keinginan Anda.

Selain jasa perbaikan masalah rumah, di Sejasa.com juga menyediakan layanan pencarian jasa lainnya, seperti jasa event, fotografi, dan kursus.