Apakah Menginap di Hotel Harus Sudah Menikah?

Menginap di Hotel

Gara-gara artikel saya tentang “6 Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Menginap di Hotel Berbintang“, banyak yang bertanya dan mencari informasi mengenai Apakah Menginap di Hotel Harus Sudah Menikah. Agak lucu juga sih melihat pertanyaan ini yang datang ke blog ini. Nah karena di artikel sebelumnya itu kurang begitu membahas soal pertanyaan yang satu ini, maka kali ini saya ingin membahasnya.

Sebelumnya kamu perlu tahu dulu, hotel itu untuk apa. Hotel itu adalah tempat untuk menginap, ini fungsi utamanya. Orang yang menginap ke hotel biasanya sedang ada keperluan, seperti : sedang berwisata ke luar kota dan butuh penginapan, sedang tugas ke luar kota dan butuh penginapan, ada pula yang memang sekadar ingin mencari suasana baru dengan menginap di hotel.

Intinya tujuan utamanya adalah menginap di hotel untuk beristirahat bukan untuk hal-hal lain.

“Apakah menginap di hotel harus sudah menikah?”

Jawabannya adalah tidak. Saya belum menikah dan beberapa kali menginap di hotel. Baik itu hotel berbintang maupun penginapan biasa. Yang saya lakukan juga biasa saja, ketika pihak resepsionis juga biasa saja melihat saya masih single. Intinya mau kalian masih jomblo, sudah menikah, sah-sah saja menginap di hotel.

Cuma, yang tidak diperbolehkan itu kalau :

Menginap dengan lawan jenis yang bukan suami/istri

Meskipun kamu jomblo, tetapi kamu tidak boleh menginap di hotel dengan catatan membawan lawan jenis yang bukan suami/istri kamu. Kira-kira menginap dengan lawan jenis yang tidak sah satu kamar hotel, apa yang akan terjadi? Ini yang tidak diperbolehkan.

Ya meskipun kadang ada hotel yang tidak mempermasalahkan identitas dan hubungan kamu dengan lawan jenis, tetapi dari sisi norma kesusilaan dan agama ini tidak diperbolehkan. Terserah jika kamu mau mengabaikan, akibatnya kamu tanggung sendiri.

Bergumul dengan lawan jenis di dalam satu kamar meskipun tidak ngapa-ngapain, itu sudah salah. Apalagi kalau sampai ngapa-ngapain.

Kalau kamu menginapnya di hotel syariah, biasanya akan ditolak jika kamu membawa lawan jenis yang belum sah dan menginap satu kamar.

Jadi menginap di hotel itu tidak harus sudah menikah. Kalau mau menunggu menikah, kasian para jomblo yang ke luar kota butuh penginapan. Masa iya mau tidur di halaman masjid terus. 😀 Kasian jomblo kan, nanti tambah ngenes.

Kalau pun sudah menikah sebenarnya juga tidak boleh menginap di hotel, kalau yang dibawa istri orang bukan istri sendiri. 😀 Itu namanya mau selingkuh bukan mau menginap.

Tidak dipungkiri lagi kalau sekarang ini hotel sudah tidak sekadar jadi tempat beristirahat dan menginap. Sudah banyak hotel kelas melati hingga bintang lima yang dijadikan tempat selingkuh dan berbuat asusila. Tetapi bagaimana lagi, kadang kebebasan dari pihak hotel juga tidak bisa melarang.

Semua itu kembali ke diri kita masing-masing. Apakah ingin menanggung akibat maksiat itu di hari nanti atau tidak melakukannya sama sekali. Ayo gunakan fasilitas-fasilitas yang ada sesuai dengan fungsi yang semestinya.

Baca juga:



Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Your email address will not be published. Required fields are marked *