Bagaimana Memulai Menjadi Seorang Blogger?

Menjadi Blogger

Ada beberapa pembaca blog ini yang menanyakan bagaimana memulai menjadi seorang blogger? Mereka bingung harus dimulai dari mana, apalagi mereka merasa masih kesulitan dalam menulis. Nah kalau kamu juga salah satu orang yang ingin menanyakan hal tersebut, kamu berapa di artikel yang pas.

Melalui artikel ini saya tidak akan menggurui, dan kamu juga tidak perlu mencontohnya sama persis. Karena saya hanya akan berhasil pengalaman saja dari apa yang sudah saya lakukan. Kebetulan saya sudah negblog sejak tahun 2008. Dan jangan anggap saya sudah jago, saya juga masih tahap belajar. Dunia blog itu dinamis, terus berubah sesuai perkembangan zaman.

Oke, saya tidak akan menjelaskan secara detail tetapi hanya akan menulis poin-poin utamanya.

Menjadi Blogger

Untuk memulai menjadi seorang blogger, menurut saya dimulai dari :

1. Niat Ingin Belajar

Niatkan untuk ingin belajar melalui blog. Karena kalau niatnya ingin membuat blog, maka nanti akan cepat pupus apalagi kalau sudah bisa buat blog. Dengan niat ingin belajar melalui blog, maka kamu nanti akan terus mempelajari hal-hal baru yang ada di dunia blog.

Dulu awal pertama saya membuat blog, menggunakan platform gratisan dari WordPress.com. Tetapi akhirnya belajar bagaimana membuat blog dengan domain sendiri dan dengan hosting memakai CMS WordPress. Kemudian saya akhirnya bisa belajar SEO, cara menulis, cara optimasi blog, dll sampai sekarang ini terus belajar.

Jadi kalau sudah punya niat seperti itu maka insya Allah kamu akan terus berada di jalur blog sampai kapan pun.

2. Pilih Topik yang Kamu Sukai

Kemudian untuk memulai membuat blog, tentukan dulu kamu ingin membuat blog seputar apa. Saran saya adalah buat blog dengan topik yang kamu sukai atau yang jadi hobi kamu. Kalau kamu sukanya tentang dunia otomatif, ya buat saja blog dengan topik itu.

Tidak perlu memaksakan membuat blog dengan topik lain yang pada akhirnya membuat berat saat menulis.

Kalau saya dulu awalnya membuat blog seputar opini. Jadi saya itu dulu suka punya pemikiran-pemikiran tentang suatu hal, dan ingin dituangkan. Nah blog saya jadikan media.

3. Buat Blog Berbayar

Meskipun saat ini ada platform gratis seperti Blogspot.com dan WordPress.com, saya sarankan kamu langsung belajar membuat blog dengan CMS WordPress dimana nanti sewa domain (alamat blog seperti .com/net/info) dan hosting (server tempat naruh file dan konten).

Karena nanti pada akhirnya kamu juga akan menggunakan blog yang berbayar. Jadi saya sarankan langsung saja pakai itu.

Kalau saya dulu pakai gratisan soalnya dulu masih trend blog gratisan. Banyak blogger yang menggunakan WordPress.com dan Blogspot.com, nah kalau sekarang malah pada menggunakan blog berbayar dengan domain nama sendiri.

Tidak perlu takut bayar mahal, domain TLD (.com/net) sekarang cuma Rp 130ribuan per tahun. Dan juga sudah banyak hosting murah yang bisa kamu coba. Pakai hosting yang murah dulu saja untuk belajar. Tidak perlu sewa VPS.

4. Pakai Template yang Sederhana

Kalau masih untuk memulai, pakai saja template yang sederhana, banyak kok yang gratis dan bisa digunakan. Karena kadang ada blogger yang baru mulai ngeblog sudah pusing mikir template yang bagus-bagus. Masalah template itu nanti bisa diubah kapan saja. Gunakan saja yang simple dulu.

Karena kamu juga tidak tahu kan soal oprek-oprek template? Nanti jadinya malah fokus ke template bukan ke konten.

5. Jangan Takut Memulai Menulis

Oke ini yang jadi tantangan, memulai menjadi blogger kadang akan dihinggapi rasa takut menulis. Takut tulisannya jelak, takut tidak ada yang baca., dll. Kesampingkan itu semua, pokoknya tulis saja apa yang ada di kepala dan yang penting adalah sesuai tema blog.

Karena ini adalah termasuk proses belajar. Para blogger-blogger keren itu dulunya juga memiliki kemampuan menulis yang biasa.

Owh ya, saran saya adalah menulislah sesuai dengan gaya kamu sendiri. Tidak perlu ikut-ikutan blogger lain gaya menulisnya.

Itu saja yang bisa saya sampaikan, yang penting jaga konsistensi dalam menulis dan fokus. Kalau sudah menulis yang banyak, baru dievaluasi. Semoga membantu.

Baca juga:

WhatsApp
Telegram


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Your email address will not be published. Required fields are marked *