Sales/Marketing Masih Dihina Masyarakat

Ketika seseorang mencari pekerjaan apalagi seorang Fresh Graduate lulusan Sarjana Universitas Ternama mendapatkan Job Vacancy di posisi Marketing/Sales pasti mereka akan menolaknya. “Ah sales..ah marketing….”
Begitu juga dengan pandangan masyarakat saat ini, mayoritas pekerjaan “Sales / Marketing” adalah pekerjaan yang dianggap pekerjaan yang levelnya paling bawah, bahkan kalau bisa anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, teman-teman mereka jangan sampai ada yang menjadi seorang Marketing / Sales.
Dulu pernah kita berbincang-bincang dengan teman membahas masalah pekerjaan ada juga yang menganggap Sales menjadi pekerjaan yang seolah-olah tak layak.
Dan pola pikir yang seperti inilah yang sebenarnya membuat calon-calon pegawai menjadi enggan untuk melamar sebagai Marketing / Sales di perusahaan, karena mereka takut akan mendapatkan sebuah hinaan dari masyarakat.
Eh si dia itu sudah lulus Sarjana tapi sekarang kerjanya cuma Sales…
Tidak hanya itu, jika suatu saat ada sales datang dan menawarkan produk / jasanya maka sesegera mungkin menolaknya bahkan tidak memberikan kesempatan kepada sales untuk menjelaskan produknya dulu. Sehingga Sales / Marketing pun tidak bisa melihat respon dari calon konsumen dengan cara penawarannya.
———————————————————-

Sales / Marketing Itu Sangat Berjasa

Apa jadinya jika sebuah perusahaan tidak memiliki seorang Marketing? Coba bayangkan. Pastinya perusahaan tersebut tidak akan berkembang bahkan akan collapse karena hanya menunggu konsumen datang dan tidak mau menjemput bola.
Di sinilah peran seorang marketing. Menurut saya, Marketing itu sosok pegawai yang hebat, karena mereka adalah pintu gerbang dari perusahaan dan membuat adanya transaksi / produksi di sebuah perusahaan. Selain itu seorang Marketing itu memiliki skill yang unik yang tidak dimiliki pegawai di posisi lain, skill mereka lebih kepada Soft Skill. Yaitu bagaimana tentang cara komunikasi yang baik, cara menghadapi berbagai calon konsumen dengan berbagai karakter dan memiliki ketrampilan untuk memikat agar terjadi sebuah transaksi.
Saya rasa itu hal yang tidak gampang, apalagi harus bertemu dengan berbagai orang yang pastinya memiliki karakter atau tipe yang berbeda-beda.
Marketing juga sebagai jembatan antara perusahaan dengan pelanggan, mereka harus bisa menghandle bagaimana traksaksi itu bisa tercapai.
————————————————————-

Menjadi Marketing Jangan Tanggung-Tanggung

Salah satu hal yang membuat marketing terbebani adalah “target”. Biasanya seorang marketing akan ditarget, misalnya setiap hari harus bisa memperoleh pelanggan baru minimal 2. Menurut saya, tidak hanya marketing saja yang ditarget, tapi semua posisi pekerjaan itu juga memiliki target, cuma bentuknya saja yang berbeda. Ada yang ditarget waktu, ada yang ditarget berupa barang dan lain sebagainya.
Jadi jika ingin menjadi seorang marketing jangan tanggung-tanggung. Bekerjalah secara totalitas dan dibawa santai tapi serius.
————————————————————–

Jangan Takut Dihina

Menjadi Marketing terkadang juga menjadi beban psikis bagi beberang orang. Mereka terbenani dengan target dan salah satunya lagi beban psikis yaitu berupa celaan dari masyarakat. Ada sebagian masyarakat yang menganggap pekerjaan Marketing itu tidak pantas dan lain lainnya tetapip yakinlah, seberapa besar celaan dari masyarakat itu kamulah yang bisa merubah hidupmu. Karena menjadi marketing lebih terhormat daripada menjadi koruptor.
Dan tetaplah bangga menjadi Marketing, karena marketinglah yang menyebabkan perusahaan bisa berkembang. Jadi menjadi seorang Marketing seharusnya lebih bangga.

Cintai pekerjaanmu maka kamu akan mendapatkan hasil yang positif dari apa yang kamu cintai

Baca juga:

WhatsApp
Telegram


4 Comments

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Your email address will not be published. Required fields are marked *