Dua Pekan Diluncurkan, Layanan Pengaduan “MATUR IBU” Ramai Aduan Soal Infrastruktur

Jadi pada tanggal 28 Juli 2016 kemarin, Kabupaten Klaten genap berusia 212 tahun. Dan dalam acara upacara perayaan tersebut, dilangsungkan juga peluncuran Layanan Pengaduan Masyarakat Kabupaten Klaten yang diberinama “MATUR IBU“.

Baca juga : #HUTKlaten212 Pemkab Klaten Luncurkan Layanan Pengaduan Masyarakat MATUR IBU

Hari ini, Kamis (11/8) tepat dua pekan layanan tersebut diluncurkan. Dan saya pun mencoba untuk menelisik website layanan MATUR IBU tersebut di http://maturibu.klatenkab.go.id.

Layanan MATUR IBU

Mengingat jumlah penduduk di Kabupaten Klaten itu kurang lebih sekitar 1,5 Juta jiwa. Jadi, seberapa besar kah tingkat aduan yang masuk ke layanan ini?

Setelah saya lihat di Daftar Aduan, ternyata per hari ini baru ada 21 aduan yang masuk. Yang mana 8 aduan belum mendapatkan jawaban dari Admin.

Yang menarik adalah dari semua aduan tersebut, sebagian besar mengeluhkan soal infrastruktur jalan. Saya sendiri juga mengakui kalau di Klaten masih banyak jalan berlubang. Tidak hanya jalan lintas provinsi tapi juga jalan kecamatan yang sangat membahayakan karena lubang jalan yang terlalu besar.

Misalnya saja aduan dari Ronal Suryana, yang mengadu soal jalan berlubang.

Kpd.Yth Ibu bupati
Saya ingin menyampaikan Keluhan jalan yang berlobang basin-gondang terkait sering lewat truk pasir. Maka dari itu kami mohon untuk dapat diperbaiki guna kenyamanan penguna jalan tersebut   Terimakasih

Lalu ada aduan dari Sigid Widodo yang mengeluhkan rusaknya jalan antara Jiwan/Tumpak (Kecamatan Karangnongko) hingga Kayumas (kecamatan Jatinom).

Untuk aduan dari Sigid ini, telah mendapat jawaban dari Staff Admin, yakni :

Terimasih atas laporan bapak. DPU akan melakukan cek lapangan untuk menentukan langkah tindak lanjutnya….jika pada tahun ini telah dianggarkan perbaikan jalan-jalan tersebut maka akan segera dilaksanakan kegiatan perbaikan…jika belum dianggarkan akan diusulkan pada APBD perubahan atau thahun anggaran 2017

Selain masalah infrastruktur, juga ada aduan masalah lain seperti pungutan liar di kecamatan. Tapi sayangnya tidak jelaskan di kecamatan mana.

Melihat aduan yang telah ada, saya sejujurnya masih bingung, antara memang tidak ada masalah yang banyak atau masyarakat Klaten yang belum mengetahui kalau ada layanan aduan ini. Menurut saya, memang belum banyak yang tahu soal layanan pengaduan ini.

Dan semoga aduan-aduan yang telah masuk tersebut benar-benar ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Sehingga layanan ini bukan sekedar layanan yang sekedar mengusung nama tapi juga memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat.

Baca juga:



Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Your email address will not be published. Required fields are marked *