Resign Itu Bukan Hal Buruk

Dikategorikan dalam #LBI2015, Bukan Motivasi

Bagi saya sebuah pekerjaan itu tidak hanya sekedar mencari penghasilan. Namun, pekerjaan adalah sarana untuk belajar mengembangkan potensi diri. Tak heran jika banyak profesional yang merekomendasikan untuk bekerja sesuai dengan passion. Sehingga dalam pencapaiannya akan mudah dan merasa tak terbebani.

“Follow your passion, be prepared to work hard and sacrifice, and, above all, don’t let anyone limit your dreams. ~ Donovan Bailey”

Pada kenyataannya, masih banyak para pekerja yang bekerja memang hanya didasarkan pada pencarian penghasilan saja. Memang tak salah, namun dalam perjalanannya terkadang menemui masalah klasik yaitu ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan apabila tidak mendapatkan upah sesuai keinginannya, pekerjaan yang terlalu banyak dan masih banyak lagi.

Resign Itu Bukan Hal Buruk

Akhir dari pada itu semua lantas meluncurlah sebuah keinginan untuk Resign.

Resign memang menjadi salah satu hal yang tidak diinginkan bagi sebuah perusahaan khususnya pemilik perusahaan tersebut. Namun, resign sebenarnya bukan hal buruk. Banyak yang menyangka bahwa resign adalah salah satu tindakan sia-sia dan rugi besar. Terlebih jika sudah bekerja di sebuah perusahaan yang bonafit.

Keputusan resign seorang pegawai tentu tidak sekedar ingin keluar saja, dibalik itu ada sebuah harapan dan sebuah impian yang ingin dicapainya baik untuk pribadinya maupun perusahaan yang sedang dinaunginya.

Faktor yang paling banyak ditemui adalah karena sudah tidak nyaman berada di perusahaan tersebut. Tidak nyaman itu pun bisa disebabkan berbagai faktor lain lagi, bisa kondisi SDM, pekerjaan yang dijalaninya, salary yang didapatkannya dan masih banyak lagi.

Yang perlu diperhatikan adalah resign itu adalah sebuah perubahan ke arah yang lebih baik.

Pegawai yang resign bukanlah tindakan yang salah. Dia ingin mendapatkan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya. Ketika ia memutuskan untuk resign, ia memiliki impian. Entah untuk mendirikan usaha atau bekerja di perusahaan lain yang lebih baik. Ada juga yang ingin menjadi pribadi yang lebih berkembang. So, apakah resign buruk?

  • Dari sisi perusahaan

Ketika ada pegawai yang resign, berarti ada sebuah perubahaan. Perusahaan mana yang  mau memiliki pegawai yang tidak produktif dan tidak bekerja maksimal lagi. Oleh karena itu, jika ada pegawai yang resign berarti itu dapat dijadikan cermin oleh perusahaan tersebut untuk menjadi lebih baik lagi. Sehingga dapat merekrut pegawai baru, diharapkan memiliki potensi yang lebih bagus dari sebelumnya.

Kesimpulannya :
Resign adalah sebuah pilihan. Pilihan untuk perubahan yang lebih baik. Resign bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti lagi dan bukan hal yang buruk. Lebih baik sikapi resign dari sisi positifnya untuk perkembangan perusahaan maupun personal.

Baca Artikel Lainnya :

13 komentar

  1. Saya sedang mempersiapkan diri untuk resign mas. Dan saya rasa benar, kerja tanpa passion itu tersiksa sekali. Semoga akhir tahun 2015 nanti udah bisa resign dan bekerja dengan passion 🙂

  2. benar 🙂 sayangnya masih banyak yang beranggapan kalau resign itu sesuatu yang buruk :')

  3. Ya udah bila resign emang pilihan yang terbaik, berdagang terus buka perusahaan dengan begitu menyerap pengangguran ^_^

  4. tapi harus pikir pikir yang matang jangan asal ambil keputusan cari pekerjaan itu gk mudah loh hehehe

  5. sudah saya pikirkan matang-matang 🙂 dan saya memang tidak ingin mencari pekerjaan lagi 🙂 ingin menjalani bisnis online untuk mengembangkan potensi saya 🙂

  6. Inshaa Allah saya juga mulai mempersiapkan mas, dan akhir tahun ini setelah nikah bisa langsung resign, amminn.

  7. Ammin, iya mas rencana sih resign buat fokus ke Toko Online, tapi enggak tau kapan. Pengennya akhir tahun abis nikah gitu.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.