Dangdut Bukan Sekedar Goyang

Dangdut Bukan Sekedar Goyang | Siapa yang tak kenal dengan musik dangdut, memang dulu dangdut dikatakan musik yang kuno, musik yang kelas bawah (ndeso) tetapi saat ini musik dangdut sudah menjadi suguhan yang biasa untuk sebuah event.
Dangdut memang musik yang merakyat dan asyik untuk di dengar. Pada zamannya dangdut Rhoma Irama, dangdut memiliki ciri khas tersendiri. Tetapi pada saat ini dangdut menjadi dipandang sebuah musik yang erotis dan memiliki nilai negatif.
Perkembangan musik di Indonesia memang sangat baik, dan ini juga berdampak pada musik dangdut. Salah satunya dengan munculnya berbagai penyanyi-penyanyi solo maupun group yang membawakan musik dangdut sebagai alirannya.
Aliran musik dangdut saat ini jika kita perhatikan tidak seperti dangdut yang semestinya. Banyak sekali bermunculan musik dangdut dengan aliran Dangdut Remix dan penyanyinya lebih mengutamakan goyangan badan. Bahkan ada musik dangdut yang terkenal gara-gara goyangan si penyanyi bukan terkenal karena kualitas suara penyanyinya.
Dangdut menurut saya bukan sekedar Goyang. Saya sempat memperhatikan beberapa penampilan penyanyi-penyanyi dangdut yang muncul di televisi, dan semuanya bergaya seksi dengan musik dangdut remix. Dari segi kualitas suara malah ada yang hanya sebatas nyanyi saja tidak memiliki teknik vokal. Mereka hanya mengandalkan goyangan dan penampilan fisik.
Dangdut yang seperti jamannya Elvi Sukaisih atau yang seangkatannya sekarang ini sudah tidak ada lagi. Bahkan ironinya banyak didaerah-daerah yang menyanyikan musik dangdut dengan gaya sangat erotis, bahkan dengan penampilan setengah bugil yang tidak patut untuk ditonton.
Musik memang salah satu seni yang dapat menghibur kita, tetapi jika seni tidak sejalan dengan etika seni itu sendiri maka tak akan bernilai seni.

Baca juga:



Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Your email address will not be published. Required fields are marked *