Jenis-Jenis Lebah Madu yang Perlu Kamu Tahu

Dikategorikan dalam Edukasi
Jenis Lebah Madu

Sebagian besar masyarakat kita yang suka mengonsumsi madu tidak tahu madu yang dikonsumsinya berasal dari jenis lebah madu apa. Mungkin kalau ditanya mereka akan menjawab dari lebah madu yang bentuknya sedikit bulat dan bisa menyengat itu.

Atau jenis lebah Mellifera.

Wajar saja sih, karena jenis lebah yang satu ini memang menjadi ikon produk madu dan yang sering dipublikasikan di masyarakat. Jadi kebanyakan berpikir kalau madu itu ya berasal dari lebah Mellifera seperti itu.

Padahal lebah madu itu jenisnya banyak sekali. Bahkan di seluruh dunia terdapat sekitar 20.000 spesies lebah. Serangga yang satu ini hidupnya secara berkoloni (kelompok), meskipun tidak semua lebah hidupnya berkoloni.

Di dalam satu koloni pun terdapat beberapa kasta yang memiliki tugas masing-masing, yaitu :

  • Lebah Ratu. Dalam satu koloni lebah, hanya ada satu Lebah Ratu. Lebah Ratu ini merupakan induk dari seluruh lebah yang ada dalam satu koloni. Jika dalam satu koloni terdapat dua Lebah Ratu, maka salah satu di antaranya akan mati/dibunuh. Lebah Ratu ini memiliki tugas mengawal lebah di kasta lain, yaitu lebah betina dan jantan. Ukuran lebah ratu biasanya akan lebih besar dibanding lebah lainnya. Dan lebah ratu inilah yang memproduksi telur-telur lebah.
  • Lebah Betina. Atau sering disebut lebah pekerja. Jumlahnya sangat banyak, bahkan dalam satu koloni yang terbanyak itu didominasi oleh lebah betina. Tugasnya yaitu mengumpulkan nektar dan serbuk sari. Jadi lebah inilah yang akan keluar masuk sarang karena tugasnya memang di lapangan tapi ada juga yang bertugas merawat sarangnya.
  • Lebah Jantan. Para pejantan ini tugas mengawini lebah ratu muda.

Baiklah, kembali ke topik yang akan kita bahas, bahwa lebah madu itu jenisnya banyak sekali. Berikut ini beberapa jenis lebah madu yang produk madunya diperjualbelikan di pasaran.

Jenis-Jenis Lebah Madu

Di kalangan masyarakat, biasanya menyebut madu dengan beberapa istilah, diantaranya Madu Hutan, Madu Ternak, Madu Klanceng, Madu Liar, dll. Istilah-istilah itu hanya berdasarkan lokasi madu diambil. Madu hutan berarti madu tersebut berasal dari lebah madu yang ada di hutan.

1. Apis Cerana

Apis cerana

Kalau kamu cari Google “Apis Cerana” maka akan muncul Lebah Madu Timur. Karena lebah madu ini asalnya dari Asia Selatan, Tenggara dan Asia Timur. Di Indonesia sendiri banyak ditemukan jenis lebah madu ini, bahkan sudah banyak yang dibudidayakan.

Apis Cerana ini memiliki sifat yang lebih agresif, dan produksi madunya terbilang tidak banyak. Dalam satu tahun produksi madunya hanya berkisar 2-5kg saja.

2. Apis Mellifera

Apis Mellifera

Awas jangan sampai salah lihat, Apis Mellifera ini memang mirip dengan Apis Cerana, tetapi kalau kita amati dengan cermat, Apis Mellifera ini ukurannya lebih panjang.

Kalau Apis Cerana berasal dari kawasan Asia Timur, Apis Mellifera ini berasal dari barat, yakni Eropa. Meskipun dari kawasan Eropa, lebah madu ini bisa berkembang biak dengan baik di berbagai iklim. Bahkan di Indonesia sendiri lebah unggul ini termasuk yang paling banyak di budidaya.

Selain adaptasinya sangat bagus, produksi madunya juga bagus. Per tahun lebah madu Mellifera ini bisa memproduksi madu sampai 40 kg per tahun per koloni. Nah madu-madu yang umum di jual di pasaran itu mayoritas juga berasal dari lebih madu jenis ini.

Apis Mellifera ini pun memiliki sub jenis lagi, diantaranya ada Apis Mellifera Mellifera, Apis Mellifera Lingustica, Apis Mellifera Carnica, Apis Mellifera Caucasia, Apis Mellifera Lehzeni.

3. Apis Dorsata

Apis Dorsata

Kalau kamu pernah beli madu hutan liar, madunya itu berasal dari lebah madu jenis ini. Apis Dorsata ini adalah lebah madu yang habitatnya di hutan subtropis dan tropis. Di Indonesia sendiri sangat banyak ditemukan lebah madu ini, khususnya di pedalaman hutan Sumatera, Kalimantan, Sumbawa, Flores, dll.

Apis Dorsata ini memiliki ukuran fisik yang lebih besar dan memiliki sengatan yang lebih kuat. Lebah jenis ini belum bisa dibudidayakan, karena memang habitatnya harus berada di hutan. Biasanya akan membuat sarang di ranting atau batang pohon yang besar dan tinggi.

Untuk memanen madunya pun harus memanjat pohon yang tinggi dan penuh risiko. Untuk produksi madunya sendiri per tahun bisa mencapai 20kg dalam satu koloni.

4. Apis Florea

Apis Florea

Ini termasuk lebah yang langka. Ukurannya memang lebih kecil dibanding lebah madu lainnya, dan termasuk lebah liar. Sehingga tidak banyak yang bisa membudidayakannya.

Biasanya membuat saran di semak-semak dengan bergerombol lebah pekerja yang membulat.

5. Trigona Sp

Trigona Sp

Dari beberapa jenis lebah madu di atas, Trigona Sp ini memiliki ciri yang berbeda. Lebah madu ini memiliki bentuk fisik yang berbeda, baik dari warna maupun ukurannya. Selain itu lebah Trigona termasuk lebah madu yang tidak memiliki sengat.

Saat ini lebah Trigona sudah mulai banyak dibudidayakan, karena memang kemudahan dalam budidayanya. Akan tetapi produksi madunya ini sangat sedikit.

Lebah Trigona ini memiliki sebutan di beberapa daerah di Indonesia, ada yang menamakannya dengan Klanceng, Kelulut, dll. Trigona Sp ini pun memiliki beberapa spesies lagi.


Berbedaan Ukuran Lebah madu

Itulah beberapa jenis lebah madu yang sering ditemukan di Indonesia. Semoga informasi ini bisa memberikan referensi yang bermanfaat untuk pembaca semua.

Dan membuat kamu semua menjadi lebih menikmati madu tidak hanya dari rasanya saja tetapi dari prosesnya.

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Edukasi Ditandai

Baca Artikel Lainnya :

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *