#Blogging for Human

Kamis, 10 September 2015

Mesin Penggiling Biji Kopi Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang

Sekarang ini kalau kalian hangout (halah bahasane :p) ke cafe, pasti melihat proses pembuatan kopi yang sangat menarik. Sang Barista pun memperagakan kepiawaiannya dalam meracik dan menyeduh kopi menjadi sajian kopi nikmat yang siap disantap oleh para pecinta kopi.

Mesin Penggiling Biji Kopi


Kalau kita amati, proses pembuatan secangkir kopi tidaklah lama. Padahal di sebuah cafe ada yang membuatnya dari kopi yang masih berbentuk biji, bukan yang sudah serbuk. Tapi coba lihatnya, proses cepat dan hasilnya nikmat.

Saya jadi keingat, dulu Pakdhe saya membelikan oleh-oleh biji kopi dari Timor Timur (Timor Leste). Waktu itu saya melihat Pakdhe saya membuat biji kopi tersebut menjadi bubuk dengan cara disangrai lalu ditumpuk. Kadang kalau proses sangrainya kurang lama, biji kopi sulit untuk ditumbuk. Alhasil serbuk kopinya pun tidak bisa halus dan masih memiliki tekstur kasar. Jadi kalau disebuah masih ada 'krampul-krampul' kopinya. :D

Dari itu semua, jelas lebih nikmat karena merasakan sendiri membuat kopi langsung dari biji kopi yang masih utuh yang ditumbuk menggunakan mesin manual yaitu alu (Bahasa Jawa).

Tapi, rasanya sekarang ini membuat kopi dengan ditumbuk secara manual seperti itu sudah jarang ditemui.

Apalagi kalau di cafe-cafe, mesin penggiling biji kopi sekarang ini bukanlah yang dulu. :D

Sekarang ini apa-apa sudah pakai mesin otomatis, jadi kita tinggal masukin biji kopi lalu penjet tombol dan serbuk kopi pun jadi.

Menggunakan Coffee Grinder (Mesin Penggiling Biji Kopi) saat ini memang sedang marak digunakan. Di cafe banyak yang menggunakan Coffee Grinder ini.

Jelas, dengan menggunakan Coffee Grinder kita lebih mudah dan cepat dalam membuat serbuk kopi. Selain itu hasilnya juga lebih halus jika dibanding ditumbuk secara manual.

Meski menggunakan Coffee Grinder tentu tidak akan mengurangi esensi dari kopi itu sendiri. Justru, dengan menggiling sendiri kita bisa meracik dan meramu kopi sesuai dengan kesukaan kita.

Umumnya, Coffee Grinder ini menggunakan tenaga listrik sehingga sudah otomatis dalam penggilingannya. Tapi jika kalian ingin mendapatkan Coffee Grinder yang manual, saat ini juga masih ada yang jual. Tinggal pinter-pinter yang nyari saja, atau coba cari di marketplace seperti Tokopedia.

Mesin Giling Kopi


Kalau menggunakan mesin bertenaga listrik, tingkat kehalusan atau kekasaran serbuk kopi bisa kita atur. Karena ada yang memang suka kopi dengan tekstur halus dan ada yang suka tekstur kasar.

Jadi, mesin penggiling biji kopi yang dulu bukanlah yang sekarang. Kalau dulu ditumbuk, sekarang digiling pakai mesin. :D Sekarang tinggal Anda sendiri yang menentukan. Ingin menggunakan cara lama (manual) atau cara terbarukan. Pokoknya yang penting mari ngopi :D


loading...
Mesin Penggiling Biji Kopi Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang 4.5 5 S Adi Firmansyah Kamis, 10 September 2015 Dulu mesin penggiling biji kopi menggunakan alat manual yang ditumbuk. Sekarang sudah menggunakan mesin otomatis Sekarang ini kalau kalian hangout ( halah bahasane :p) ke cafe, pasti melihat proses pembuatan kopi...
Kamis, 10 September 2015Kamis, September 10, 2015

Mesin Penggiling Biji Kopi Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang

Dulu mesin penggiling biji kopi menggunakan alat manual yang ditumbuk. Sekarang sudah menggunakan mesin otomatis 4.5 out of 5 based on 24 ratings. 5 user reviews:

Bagi yang kesulitan untuk mengirim komentar di blog ini, silahkan baca ini Cara Mengirim Komentar Melalui Disqus Comment System

1 komentar:

  1. Hehehehhe beberapa kalangan selalu mempermasalahkan teknologi baru. Biasanya berpendapat bahwa cara giling kopi yang lama selalu dianggap lebih nikmat.. apa bedanya coba? Selama tidak tercampur bahan lain, seharusnya punya rasa kopi yang sama dong...

    BalasHapus

*Centang "Beri Tahu Saya" untuk mendapatkan notifikasi di email kamu kalau Komentar kamu sudah mendapat balasan dari ku.

*Jika tidak memiliki akun Google, silahkan pilih Name/URL, jangan Anonymous. Komentar dengan Anonymous tidak akan ditampilkan.


*Komentar tidak langsung muncul, karena akan saya moderasi terlebih dahulu.

*Segala bentuk komentar SPAM/Iklan tidak akan ditayangkan.

*Komentarlah sesuai dengan topik artikel di atas (Bisa Kritik/Saran/Kesan/Pertanyaan)

*KOMENTAR MODEL (Like, Nice Article, Thanks infonya, dll) yang hanya bertujuan untuk mendapatkan BACKLINK, tidak akan di APPROVE. Jika ingin mendapatkan BACKLINK dari blog ini silahkan hubungi saya untuk kerjasama SPONSORED POST.