#Blogging for Human

Jumat, 16 Januari 2015

Wow, Ternyata Status Jomblo Bisa Menurunkan Resiko Sakit Jantung

Entah sejak kapan status jomblo menjadi bahan olok-olok, apalagi di jejaring sosial yang semakin mendiskriminasi para kaum jomblo. Apalagi jika teman sepergaulannya telah hengkang dari status jomblo dan beranjak ke jenjang yang lebih matang yaitu pernikahan.

Bagi jomblo prinsipel (jomblo yang memiliki prinsip tidak akan pacaran dan langsung cuss ke pernikahan) tentu tak akan ada masalah menghadapi permasalahan yang menghinggapi para jomblo saat ini. Namun, bagi jomblo kabut (takut menjomblo, sekali jomblo langsung kalang kabut) tentu ketika merasa dirinya jomblo ia buru-buru menyergap sosok lawan jenis yang entah disukainya maupun enggak, yang penting nggak jomblo.

Jomblo Bisa Menurunkan Resiko Sakit Jantung


Jomblo Kabut ini lebih sering lebih sering tidak jomblo daripada jomblonya. Ya, jadi kayak kabut, kalau matahari datang pasti pengennya ngilang, nggak mau jadi kabut terus. Tak heran jika tipe jomblo seperti ini sering mengidap patah hati atau mungkin justru mematahkan hati.

Sehingga resiko patah hati pun semakin intens dan menjadi momok tersendiri. Dan bahkan bisa menimbulkan depresi berkepanjangan serta gangguan mental dan indra perasa (hati) yang terganggu.

Beda dengan jomblo prinsipel, ia akan terbebas dari resiko penyakit-penyakit tersebut. Bahkan status jomblo sekarang ada kabar baiknya, status jomblo bisa menurunkan resiko sakit jantung.

Menurut Dr. Benny Hartono yang merupakan dokter Spesialis Jantung di Rumah Sakit Jantung Binawaluya Jakarta Timur telah menjelaskannya dalam acara Dr. OZ Indonesia di salah satu TV Swasta. Beliau menuturkan bahwa sakit hati merupakan sebuah emosional stress.

Di dalam tubuh manusia itu tidak hanya ada raga yang terlihat saja, namun ada jiwa dan ruh. Oleh karena itu sebagai penghubung antara raga dengan jiwa itu melalui hipotalami. Ketika emosional strees muncul maka seketika akan memberikan signal ke kelenjar supolenal yang selanjutkan akan memproduksi hormon katekolamin.

Hormon itulah yang menyebabkan denyut jantung meningkat dengan cepat, tarikan nafas juga cepat serta tekanan darah naik. Tak heran jika Cita Citata menyanyikan lagu berjudul "Sakitnya Tuh Disini". So, itu benar.



Cita Citata - Sakitnya Tuh Di Sini
Dampak emosional strees yang berkepanjangan ini menimbulkan "Broken Heart Sindrom", yang memicu kinerja jantung semakin meningkat dan timbul rasa sakit seperti orang sakit jantung.

Nah, pembaca yang budiman, terlebih jika saat ini Anda sedang jomblo. Pastikan bahwa status jomblo Anda adalah Jomblo Prinsipel. Saya tidak memaksa, namun ini demi kesehatan tubuh dan mental Anda.

Lebih baik persiapkan diri secara matang untuk menuju di kehidupan mendatang yaitu pernikahan. Jadi, mulai saat ini lebarkan senyuman untuk orang yang mengatakan Anda jomblo. Karena itu memang fakta diri Anda bahwa Anda sedang jomblo. Namun dibalik itu semua ada sebuah perbaikan diri yang orang lain tak ketahui. Ku tunggu undangan walimahanmu! #JombloSehat

--------
Artikel ini dilansir dari http://ling-cakwe.blogspot.com/2015/01/inilah-yang-terjadi-pada-tubuh-saat.html namun telah ditulis ulang dengan gaya bahasa penulis. Terima kasih telah menginspirasi wahai Ling-Cakwe.


loading...
Wow, Ternyata Status Jomblo Bisa Menurunkan Resiko Sakit Jantung 4.5 5 S Adi Firmansyah Jumat, 16 Januari 2015 Kamu jomblo? Nggak usah minder. Karena kini jomblo ada kabar baiknya. Jomblo Bisa Menurunkan Resiko Sakit Jantung Entah sejak kapan status jomblo menjadi bahan olok-olok, apalagi di jejaring sosial yang semakin men...
Jumat, 16 Januari 2015Jumat, Januari 16, 2015

Wow, Ternyata Status Jomblo Bisa Menurunkan Resiko Sakit Jantung

Kamu jomblo? Nggak usah minder. Karena kini jomblo ada kabar baiknya. Jomblo Bisa Menurunkan Resiko Sakit Jantung 4.5 out of 5 based on 24 ratings. 5 user reviews:

Bagi yang kesulitan untuk mengirim komentar di blog ini, silahkan baca ini Cara Mengirim Komentar Melalui Disqus Comment System

0 komentar pengunjung:

Poskan Komentar

*Centang "Beri Tahu Saya" untuk mendapatkan notifikasi di email kamu kalau Komentar kamu sudah mendapat balasan dari ku.

*Jika tidak memiliki akun Google, silahkan pilih Name/URL, jangan Anonymous. Komentar dengan Anonymous tidak akan ditampilkan.


*Komentar tidak langsung muncul, karena akan saya moderasi terlebih dahulu.

*Segala bentuk komentar SPAM/Iklan tidak akan ditayangkan.

*Komentarlah sesuai dengan topik artikel di atas (Bisa Kritik/Saran/Kesan/Pertanyaan)

*KOMENTAR MODEL (Like, Nice Article, Thanks infonya, dll) yang hanya bertujuan untuk mendapatkan BACKLINK, tidak akan di APPROVE. Jika ingin mendapatkan BACKLINK dari blog ini silahkan hubungi saya untuk kerjasama SPONSORED POST.